Berita Terbaru
BAZNAS RI, BEI, dan Henan Sekuritas Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan Syariah Menyambut Ramadan
Dalam rangka menyambut bulan Ramadan 1446 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Henan Putihrai Sekuritas (Henan Sekuritas) berkolaborasi untuk mempromosikan investasi yang sejalan dengan prinsip syariah dan memberikan dampak sosial melalui kegiatan filantropi.
Hal ini disampaikan dalam acara Sekolah Pasar Modal Syariah yang digelar di Gedung BEI, Jakarta pada Rabu, beberapa waktu yang lalu. Acara ini menjadi bagian dari edukasi pasar modal yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Ramadan tahun ini.
Dihadiri hampir 100 peserta, yang terdiri dari kader muda BAZNAS, investor, akademisi, dan masyarakat umum. Antusiasme tinggi yang terlihat menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi yang berlandaskan nilai-nilai syariah.
Direktur Keamanan Informasi, Data, dan Layanan Digital BAZNAS RI, Andrian Johnson, menyatakan bahwa pasar modal syariah memiliki potensi besar dalam mendukung perkembangan ekonomi berbasis Islam di Indonesia. “Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang investasi yang menguntungkan, sesuai dengan prinsip syariah, dan sekaligus berdampak sosial melalui inisiatif seperti zakat dan sedekah saham,” ujar Andrian dalam keterangannya baru-baru ini.
Andrian menambahkan, investasi yang sesuai dengan prinsip syariah memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk mengelola harta mereka dengan cara yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
“Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya investasi yang halal dan berkah. Dengan semakin banyaknya investor yang memahami konsep sedekah dan zakat, maka semakin besar pula dampak positif yang bisa kita ciptakan untuk kemaslahatan umat,” katanya.
Acara ini juga menghadirkan berbagai pakar dari Henan Putihrai Sekuritas dan Bursa Efek Indonesia untuk membahas tren pasar modal, prospek investasi, serta dasar-dasar pasar modal syariah.
Selain itu, para pakar dari Henan Sekuritas juga memberikan materi mengenai teknik analisis saham (fundamental & teknikal) serta penggunaan online trading HPX Syariah. BAZNAS RI turut menghadirkan pakar yang menjelaskan peran filantropi dalam pasar modal syariah dan dampaknya bagi kesejahteraan sosial.
Sebagai bagian dari aplikasi praktis dari materi yang disampaikan, peserta diberi kesempatan untuk langsung bertransaksi saham syariah dan membuka rekening efek secara serentak, mendorong partisipasi aktif dalam investasi berbasis syariah.
Kolaborasi ini menegaskan bahwa pasar modal tidak hanya fokus pada keuntungan finansial, tetapi juga pada kesejahteraan sosial. Dengan adanya inisiatif seperti zakat dan sedekah saham, masyarakat dapat berinvestasi sambil memberikan manfaat bagi sesama.
Ke depan, Henan Sekuritas, BEI, dan BAZNAS RI berkomitmen untuk terus mengembangkan edukasi dan kampanye agar semakin banyak masyarakat yang memahami dan memanfaatkan investasi syariah secara inklusif dan berkelanjutan.
BERITA25/02/2025 | kontributor : meisa editor : ayu
Keberhasilan Pemeliharaan Domba Pa Ade Engkos, Anggota Kelompok Peternak Mandiri Utama
Keberhasilan dalam beternak bukan hanya soal jumlah ternak yang dimiliki, tetapi juga strategi jangka panjang dalam pemeliharaan dan pengelolaannya. Hal ini dibuktikan oleh Pa Ade Engkos, salah satu anggota sekaligus bendahara Kelompokt Peternak Mandiri Utama di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis.
Melalui usaha pemeliharaan domba yang tekun dan terencana, Pa Ade telah mencatat perkembangan yang menggembirakan dalam jumlah populasi ternaknya.
Saat ini, ia memiliki empat ekor induk domba, yang semuanya telah melahirkan dengan hasil dua ekor anak jantan dan tiga ekor anak betina. Selain itu, empat ekor anak betina lainnya telah tumbuh menjadi dara dan telah melalui proses perkawinan.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pemeliharaan ternak yang baik bukan hanya sekadar merawat, tetapi juga memikirkan langkah strategis untuk memastikan regenerasi dan keberlanjutan usaha peternakan.
Tak hanya fokus pada pemeliharaan, Pa Ade juga telah menyiapkan tiga ekor bakalan jantan yang direncanakan untuk dijual pada momen Idul Adha mendatang. Strategi ini menjadi bagian dari perencanaan jangka panjangnya untuk mengoptimalkan pendapatan dari usaha ternaknya. Upaya ini membuahkan hasil nyata, di mana pendapatannya yang semula Rp2.500.000 per bulan kini meningkat menjadi Rp3.042.857 per bulan.
Selain memperhatikan perkembangan domba, dalam kunjungan kandang kali ini, pendamping juga melakukan anjangsana ke rumah Pa Ade untuk meninjau pencatatan keuangan kelompok. Dari laporan kas kelompok, diketahui bahwa saldo awal sebesar Rp2.900.000 telah digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pinjaman bagi anggota kelompok serta kontribusi untuk acara masjid. Pencatatan yang rapi dan transparan ini menjadi bukti bahwa kelompok peternak memiliki sistem keuangan yang terstruktur dengan baik, sehingga mampu mendukung kebutuhan anggotanya.
Keberhasilan yang diraih oleh Pa Ade Engkos menjadi contoh bagaimana program pemberdayaan peternak dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan anggota. Dengan penerapan manajemen ternak yang tepat serta perencanaan finansial yang matang, kelompok peternak seperti Mandiri Utama diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi model bagi peternak lainnya.
Ke depan, diharapkan lebih banyak peternak yang dapat mengadopsi strategi serupa dalam usaha mereka, sehingga peternakan rakyat semakin kuat dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan adanya dukungan yang tepat, pemeliharaan ternak domba dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi para peternak di Desa Winduraja dan sekitarnya. Keberhasilan Pa Ade Engkos menjadi bukti nyata bahwa dengan ketekunan, strategi yang baik, dan pencatatan keuangan yang terkelola dengan rapi, usaha peternakan dapat menjadi pilar penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA25/02/2025 | Kontributor: Amat Setiawan Editor: ayu
Berkat BAZNAS, Metode Ramah Lingkungan Bantu Petani Purbalingga Hasilkan Padi Berkualitas
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus berkomitmen dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani mustahik melalui inovasi pertanian berkelanjutan. Salah satu keberhasilan terbaru datang dari Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, di mana Pak Suparji, seorang petani lokal, berhasil meningkatkan produktivitas panennya dengan menerapkan metode pengairan basah-kering serta penyiangan gulma dalam budidaya padi varietas Inpari 32.
Metode basah-kering yang diterapkan terbukti memberikan kadar air yang optimal bagi tanaman padi tanpa menyebabkan tanah menjadi terlalu jenuh. Selain itu, penyiangan rutin yang dilakukan juga membantu mengurangi persaingan unsur hara dengan gulma, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih maksimal dan lebih tahan terhadap serangan hama.
Program pertanian ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mendukung petani mustahik agar dapat meningkatkan hasil pertaniannya secara berkelanjutan. Dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan dan tidak bergantung pada bahan kimia berlebihan, petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan mereka tanpa merusak kesuburan tanah.
Keberhasilan Pak Suparji dan para petani di Cilapar menjadi bukti nyata bahwa inovasi dalam teknik budidaya dapat memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang lebih baik. Dengan hasil panen yang meningkat, petani semakin percaya diri dalam mengembangkan pertaniannya untuk masa depan yang lebih sejahtera.
BERITA24/02/2025 | Kontributor: Januar Editor: YMK
Optimalkan Distribusi Zakat, BAZNAS RI Luncurkan Pengembangan Aplikasi Had Kifayah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali meluncurkan pengembangan aplikasi Had Kifayah sebagai instrumen untuk menentukan standar minimum kebutuhan hidup seseorang atau keluarga. Inovasi ini bertujuan untuk memastikan distribusi zakat lebih akurat, adil, dan tepat sasaran.
Aplikasi Had Kifayah berfungsi sebagai alat bantu dalam mengukur serta menghitung kebutuhan dasar seseorang atau keluarga. Had Kifayah memiliki peran penting dalam menentukan apakah seseorang atau keluarga layak menjadi penerima zakat (mustahik).
Sebelumnya, aplikasi Had Kifayah yang pertama kali dirilis oleh Puskas BAZNAS RI pada 2018 hanya menggunakan satu rata-rata nasional. Dalam versi terbaru, aplikasi ini kini menyediakan dua parameter, yaitu rata-rata nasional dan provinsi. Dengan adanya pembaruan ini, perhitungan Had Kifayah dapat disesuaikan dengan harga bahan pokok di setiap daerah, menjadikannya lebih relevan dengan kondisi ekonomi lokal.
Peluncuran Aplikasi Had Kifayah ini dilakukan secara daring melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Rabu baru baru ini. Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL BAZNAS RI, Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D., Kepala Divisi Kemanusiaan, Muhammad Rojudin, serta Peneliti Senior BAZNAS RI, Hidayaneu Fachratunnisa, M.E.
Dalam sambutannya, Dr. Zainulbahar Noor menekankan pentingnya Had Kifayah dalam pengelolaan zakat. Ia menjelaskan bahwa aplikasi ini dapat mempercepat pengambilan keputusan serta memastikan distribusi zakat lebih efisien dan adil dengan data yang lebih akurat.
"Kami mengimbau seluruh pengelola zakat, baik di BAZNAS maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, dan kota, untuk menerapkan sistem ini," ujarnya.
Zainulbahar juga mengapresiasi pengembangan aplikasi ini, yang dinilai sebagai langkah inovatif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan di Indonesia.
"Saat ini, angka kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan menjadi 24,06 juta jiwa atau sekitar 8,57 persen dari total penduduk Indonesia. Angka ini cukup besar, tetapi tetap perlu strategi yang lebih efektif, termasuk optimalisasi zakat. Dan Aplikasi Had Kifayah bisa menjadi langkah awal dalam pengoptimalan zakat," jelas Zainulbahar.
Ia berharap inovasi ini dapat semakin mengoptimalkan distribusi zakat sehingga lebih tepat sasaran dan mampu berkontribusi nyata dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Sementara itu, Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D., selaku Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL BAZNAS RI, menjelaskan bahwa dalam menentukan batas kecukupan Had Kifayah, terdapat tujuh dimensi yang menjadi pertimbangan, yaitu makanan, perumahan, pakaian, ibadah, pendidikan, transportasi, dan kesehatan.
"Standarisasi tersebut membantu organisasi pengelola zakat dalam menentukan kelayakan penerima zakat dan menetapkan prioritas bantuan," jelas Hasbi.
Menurutnya, digitalisasi dalam aplikasi ini mempermudah proses pengelolaan data, sehingga penghitungan Had Kifayah dapat dilakukan lebih efisien.
"Dengan digitalisasi, pengelola zakat dapat lebih cepat mengambil keputusan dan memastikan bantuan tepat sasaran," katanya.
Sebagai informasi, pada tahun 2024, rata-rata Had Kifayah di Indonesia mencapai Rp4.615.749 per keluarga per bulan, sedangkan untuk individu, Had Kifayah tercatat sebesar Rp979.989 per kapita per bulan.
BERITA24/02/2025 | Kontributor : Amat Setiawan Editor : Mas
Perawatan Ternak, Kunci Keberlanjutan Balai Ternak BAZNAS Jepara
Jepara – Mustahik di Balai Ternak BAZNAS Jepara terus berjuang merawat ternak dengan penuh dedikasi. Dari pengobatan domba yang sakit hingga kelahiran cempe baru, setiap proses dilakukan dengan cermat demi memastikan keberlanjutan ekonomi peternak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara.
Selain aspek kesehatan ternak, mustahik juga aktif mengelola pakan dan memperhatikan pola pemeliharaan agar produktivitas tetap terjaga. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, mereka diharapkan mampu mandiri dalam mengembangkan usaha peternakan.
Program Balai Ternak BAZNAS ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mustahik melalui sektor peternakan. Dengan upaya yang terus dilakukan, para peternak diharapkan mampu mendapatkan hasil yang optimal serta memperkuat ketahanan ekonomi mereka secara berkelanjutan.
BERITA22/02/2025 | Kontributor: Azra Salsabila Editor: Mas
BAZNAS Bersama King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre Distribusikan 7.911 Bantuan Paket Pangan Ramadhan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan 7.911 paket bantuan pangan Ramadhan 1446 H dari lembaga bantuan kemanusiaan yang didirikan oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud, King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre.
Paket Pangan Ramadhan ini akan didistribusikan ke 40 kabupaten/kota di Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Bantuan tersebut mencakup makanan pokok seperti beras, minyak goreng, mi instan, sarden, kecap manis, saus, garam, dan gula.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa bantuan dari King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre (KSrelief) sebanyak 7.911 paket ini akan didistribusikan ke 40 kabupaten/kota di Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat Islam di dunia, khususnya di Indonesia. Setiap tahunnya, BAZNAS menerima bantuan paket pangan Ramadhan dari King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Tahun ini merupakan tahun ketiga program ini berjalan,” ujar Kiai Noor belum lama ini.
Menurutnya, distribusi bantuan paket pangan seberat 29 kg per paket menjadi bukti nyata dari semangat kemanusiaan yang tinggi. Bantuan ini bukan sekadar kata-kata, tetapi aksi nyata untuk meringankan beban masyarakat yang tengah mengalami kesulitan.
“Dengan menyalurkan paket-paket bantuan kepada 7.911 keluarga, kita tidak hanya memberikan makanan atau kebutuhan pokok semata, tetapi juga harapan, cinta, dan kehangatan dalam setiap paketnya,” tambahnya.
Kiai Noor menegaskan bahwa kerja sama yang baik antara BAZNAS dan King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre diharapkan dapat membantu lebih banyak masyarakat. Ia juga berharap kerja sama ini dapat terus berkembang ke bidang-bidang lain di masa depan.
“BAZNAS siap untuk memperluas kerja sama dengan King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre, tidak hanya dalam bidang kemanusiaan, tetapi juga di sektor ekonomi, pendidikan, dan lainnya,” katanya.
"Kami mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih kepada Kerajaan Saudi Arabia, khususnya King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre. Semoga Allah selalu menjaga Raja Salman, Kerajaan Saudi Arabia, dan seluruh penduduknya. Amin," tutup Kiai Noor.
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam program bantuan paket pangan Ramadhan hasil kerja sama antara BAZNAS dan King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre.
"Bantuan kemanusiaan ini merupakan arahan dan instruksi langsung dari Yang Mulia Raja Salman bin Abdulaziz dan Pangeran Mohammed bin Salman, dengan koordinasi melalui BAZNAS. Ini merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat Muslim Indonesia khususnya, dan umat Muslim dunia secara umum," ujarnya.
"Bantuan ini adalah bukti nyata kontribusi Kerajaan Arab Saudi dalam bidang kemanusiaan. Semoga bantuan ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Muslim Indonesia sehingga mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman. Semoga kedua bangsa ini terus diberikan kemajuan dan kemakmuran," tambahnya.
Penyerahan dan pelepasan bantuan paket pangan Ramadhan tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, baru-baru ini. Bantuan ini didanai sepenuhnya oleh King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre.
Acara ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia H.E. Mr. Faisal Abdullah Al-Amudi, serta perwakilan King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre (KSrelief) Abdul Rahman Al Zaben dan Ghazi Alanazi. Turut hadir pula Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag, Staf Ahli Menteri bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial Kemensos RI Dr. Drs. Pepen Nazaruddin, M.Si, QGIA, serta Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Siti Nugraha Mauludiah.
Turut hadir dalam acara ini Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat, Lc, M.A, CFRM, Sekretaris Utama BAZNAS RI H. Subhan Cholid, Lc, serta Deputi 2 BAZNAS RI M. Arifin Purwakananta dan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.
BERITA21/02/2025 | Kontributor : nova Editor : ayu
Dukung Mualaf, BAZNAS Sumsel Berikan Bantuan Khitan Gratis
Palembang I 19 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menyalurkan bantuan khitan bagi para mualaf yang membutuhkan.
Program bantuan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sumsel dalam mendukung para mualaf dalam menjalani kehidupan keislaman mereka dengan lebih baik. Ketua BAZNAS Sumsel, Ahmad Marjundi SP., M.Si, menyampaikan bahwa bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara mualaf agar mereka dapat menjalankan ajaran Islam dengan sempurna.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu para mualaf dalam proses khitan yang merupakan salah satu syariat dalam Islam. Ini adalah langkah awal bagi mereka dalam memperkuat keimanan dan keislaman,” ujar Marjundi.
Penerima bantuan, Ignatius Bobo Purba, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. “Saya sangat bersyukur atas kepedulian BAZNAS Sumsel. Bantuan ini sangat berarti bagi saya dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim,” katanya.
Selain memberikan bantuan khitan, BAZNAS Sumsel juga terus berupaya menyalurkan berbagai program sosial lainnya, termasuk bantuan pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan mendapatkan manfaat dari program-program BAZNAS.
BAZNAS Sumsel mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan sosial dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui lembaga resmi. Dengan bersama-sama, kita bisa membantu mereka yang membutuhkan dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi sesama.
BERITA20/02/2025 | Penulis : Petrawangsyah
BAZNAS Sumsel Salurkan Bantuan Pendidikan
Palembang I 19 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu dengan menyalurkan bantuan pendidikan kepada Aprizal, seorang anak yatim piatu yang membutuhkan uluran tangan. Bantuan ini disalurkan pada Rabu (19/02/2025).
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS Sumsel dalam membantu anak-anak yang kurang beruntung agar tetap bisa mengenyam pendidikan dengan layak. Ketua BAZNAS Sumsel, Ahmad Marjundi, SP.M.Si, menyampaikan bahwa program bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan dan masa depan generasi muda.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban Aprizal dalam menjalani pendidikannya. Pendidikan adalah investasi masa depan, dan kami ingin memastikan bahwa anak-anak yatim piatu tetap memiliki akses untuk belajar dan berkembang,” ujar Marjundi.
Aprizal, yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Podnok Pesantren IGM Alhihsaniyah Gandus, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Sumsel. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita,” ungkap Aprizal.
Selain memberikan bantuan pendidikan, BAZNAS Sumsel juga terus berupaya menyalurkan berbagai program sosial lainnya, termasuk bantuan kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan semakin banyak anak-anak yatim piatu yang mendapatkan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
BAZNAS Sumsel mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan sosial dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui lembaga resmi. Dengan bersama-sama, kita bisa membantu mereka yang membutuhkan dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang.
Dukung terus program kebaikan ini dengan cara menunaikan zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan.
BERITA19/02/2025 | Penulis : Petrawangsyah
Transformasi Mustahik Menjadi Munfik, Saudagar ZMart BAZNAS Berikan Infak melalui BAZNAS
Sebagai tindak lanjut dari pendampingan yang diberikan, kelompok Saudagar ZMart BAZNAS di Kabupaten Bandung memberikan infak sebesar Rp900.000 melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Pemberian infak ini menjadi momen penting bagi para penerima manfaat ZMart, yang sebelumnya dikenal sebagai mustahik, dan kini mulai berperan sebagai munfik (orang yang memberikan infaq) setelah merasakan manfaat dari program ZMart BAZNAS.
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran para Saudagar ZMart akan pentingnya infak dan sedekah sebagai bentuk amal yang membawa keberkahan dalam usaha mereka. Pendamping Program ZMart Kabupaten Bandung mengungkapkan bahwa pemberian infak ini merupakan langkah penting dalam memotivasi saudagar untuk lebih memahami dan mempraktikkan amalan tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka.
“Tujuan utama kami adalah agar para Saudagar ZMart tidak hanya fokus pada aspek bisnis, tetapi juga memahami pentingnya infak dan sedekah sebagai bagian dari keberkahan hidup dan usaha mereka,” kata Pendamping Program ZMart Kabupaten Bandung.
Selain itu, pendamping juga terus memberikan motivasi kepada para saudagar agar saling bekerja sama satu sama lain agar dapat lebih optimal dalam menjalankan usaha mereka. Dengan bekerja sama, mereka diharapkan dapat mewujudkan tujuan bersama dan merasakan manfaat yang lebih besar dari program ZMart.
“Dengan meningkatkan kerja sama antar saudagar, kami berharap materi pendampingan yang kami berikan dapat dilaksanakan secara menyeluruh dan efektif untuk mencapainya,” tambah Pendamping.
Sebagai bagian dari kegiatan ini, pendamping juga menyampaikan informasi tentang 10 program prioritas BAZNAS kepada saudagar ZMart. Hal ini bertujuan untuk menjadikan para saudagar sebagai duta BAZNAS di daerah mereka, menyebarkan manfaat zakat, dan berkontribusi dalam program-program sosial yang dijalankan BAZNAS.
Program ZMart BAZNAS tidak hanya fokus pada peningkatan ekonomi para mustahik, tetapi juga pada pembinaan karakter yang mengedepankan nilai-nilai sosial dan keberkahan melalui infaq dan shodaqoh. Pemberian infak ini menjadi simbol transformasi positif, di mana mustahik yang dulunya menerima bantuan kini berperan aktif dalam memberikan kembali kepada masyarakat.
BERITA18/02/2025 | Kontributor: Marie Muhammad Wildan Editor: Mas
BAZNAS Sumsel Bantu Ringankan Biaya Pengobatan Warga Sentral Baru
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyerahkan bantuan biaya pengobatan kepada Bapak Endri Sanul yang sedang menjalankan pengobatan di Rumah Sakit Mohammad Hosein Palembang.
Diketahui bahwa Bapak Endri Sanul mengalami kanker tulang dan diharuskan untuk segara dapat diamputasi. Setelah menerima informasi dan permohonan biaya pengobatan dari yang bersangkutan, Tim Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan segera menyambangi Bapak Endri dan keluarga untuk memberikan Bantuan (12/2024).
Endri mengucapkan terimakasih kepada BAZNAS Sumsel yang telah memberikan bantuan.
"Saya mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan oleh baznas sumsel, semoga dengan adanya bantuan ini saya bisa menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammad Hosein Palembang, karena pengobatannya dirujuk di sana," ujar Endri.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada para Muzaki, Munfiq dan Muthasoddik yang telah menunaikan zakat infak dan sedekahnya melalui BAZNAS BAZNAS Sumsel.
“Terima kasih kepada para donatur yang telah menunaikan zakat infak dan sedekahnya melalui BAZNAS Sumsel. Semoga Allah SWT menerima apa yang berikan dan melipat gandakan pahalanya”. pungkas Endri.
Dukung terus program kebaikan ini dengan cara menunaikan zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan.
BERITA17/02/2025 | Humas BAZNAS
Marjundi Ajak Masyarakat Sumsel Tunaikan Zakat Melalui Lembaga Resmi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi guna memastikan bahwa zakat tersebut dapat disalurkan dengan aman dan dapat dipercaya kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini disampaikan oleh Ketua BAZNAS Sumsel, Ahmad Marjundi, SP., M.Si beberapa waktu lalu.
“Untuk memastikan zakat tersalurkan dengan baik, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membayar zakat melalui lembaga seperti BAZNAS,” ujar Marjundi.
Menurutnya, zakat merupakan kewajiban bagi individu yang memiliki lebih dari cukup harta. Fungsi zakat adalah untuk membersihkan harta dan membantu mereka yang kurang beruntung, yang pada gilirannya memperkuat solidaritas sosial.
“Sedekah yang baik adalah dengan memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki, baik itu berupa materi maupun non-materi. Ini juga berarti memberi makanan yang kita sukai kepada orang lain, bukan hanya sisa-sisa,” ungkap Marjundi.
Dia juga menjelaskan bahwa membayar zakat secara rutin berperan dalam membersihkan harta dan menyucikan jiwa, sambil mempererat rasa kebersamaan dengan membantu sesama yang membutuhkan.
“Para ulama, seperti Imam Ali, mengelola kekayaan mereka dengan cara yang dermawan dan sering berbagi harta dengan orang lain yang membutuhkan, sehingga mereka tidak pernah mencapai batas waktu untuk membayar zakat,” tambahnya.
Marjundi juga memberikan contoh kedermawanan Nabi Muhammad, yang dikenal luar biasa karena dilakukan dengan tulus dan tanpa pamrih, terutama di bulan Ramadhan. Nabi Muhammad tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga memberikan kasih sayang kepada semua orang, termasuk yang paling membutuhkan.
“Kita bisa meneladani kedermawanan Ali bin Abi Thalib yang selalu memprioritaskan kebutuhan orang lain di atas dirinya sendiri, memberikan apa yang dimilikinya untuk membantu sesama, serta memiliki komitmen untuk berbagi tanpa mengharapkan balasan,” pungkas Marjundi.
BERITA17/02/2025 | Penulis : Petrawangsyah
Jelang Ramadhan, BAZNAS RI Perkuat Strategi Komunikasi Zakat melalui Kantor Digital
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus meningkatkan komunikasi digital guna memperkuat syiar zakat serta efektivitas penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) selama Ramadhan.
Untuk mendukung komunikasi digital tersebut, BAZNAS kini telah memiliki 260 Kantor Digital yang tersebar di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Pengajian Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman bertema "Membangun Komunikasi dan Channeling Digital Marketing di Bulan Ramadhan" yang diselenggarakan oleh Pusdiklat dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV. Acara tersebut menghadirkan Pimpinan BAZNAS RI bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., serta Kepala Biro Komunikasi Publik BAZNAS RI Ndari Rumi Widyawati.
Pimpinan BAZNAS RI bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., menegaskan bahwa komunikasi selama bulan Ramadhan harus difokuskan pada upaya fundraising dan syiar zakat agar berdampak langsung pada peningkatan pengumpulan ZIS.
"Seiring dengan perkembangan teknologi, cara komunikasi juga terus berkembang. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi komunikasi yang efektif agar pesan zakat dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat," ujar Nadratuzzaman.
Ia menambahkan bahwa momentum Ramadhan harus dimanfaatkan secara optimal dengan menerapkan prinsip komunikasi yang berkelanjutan.
"Strategi ini tidak hanya untuk meningkatkan penggalangan dana zakat, tetapi juga untuk menanamkan kesadaran berzakat dalam jangka panjang," katanya.
Menurutnya, komunikasi yang dilakukan harus mampu menggugah hati para muzaki agar lebih terdorong untuk menunaikan zakatnya melalui BAZNAS.
"Dengan strategi komunikasi yang tepat, kita bisa meningkatkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam program zakat," tambahnya.
Nadratuzzaman berharap upaya peningkatan komunikasi ini tidak hanya terbatas di tingkat pusat dan provinsi, tetapi juga mencakup seluruh BAZNAS kabupaten/kota.
"Baik melalui penulisan artikel maupun strategi komunikasi lainnya, kita harus meliterasi dan menyebarkan syiar zakat hingga pelosok negeri agar semakin banyak muzaki yang berkontribusi," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Publik BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, menyampaikan bahwa dalam menghadapi era digital, Kantor Digital BAZNAS menjadi media utama dalam menyampaikan informasi dan kampanye zakat secara transparan serta kredibel.
"Dengan adanya Kantor Digital, informasi tentang zakat dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat luas. BAZNAS juga telah melakukan banyak upaya untuk mendorong agar kinerja dan syiar zakat yang dilakukan oleh BAZNAS seluruh Indonesia dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat sehingga kepercayaan masyarakat dapat terus meningkat," lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa melalui Kantor Digital BAZNAS, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi seputar zakat serta program pemberdayaan BAZNAS, di antaranya Balai Ternak BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, ZChicken, Zauto, ZMart, dan berbagai program pemberdayaan bagi mustahik lainnya.
Menurutnya, melalui Kantor Digital, BAZNAS berupaya menghadirkan informasi yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh masyarakat.
"Dengan adanya Kantor Digital ini diharapkan kesadaran masyarakat untuk berzakat akan semakin meningkat, terutama menjelang bulan Ramadhan. Kami juga berkomitmen untuk terus mengoptimalkan Kantor Digital BAZNAS se-Indonesia dalam rangka meningkatkan syiar zakat," ucapnya.
BERITA17/02/2025 | Kontributor : Anita Dwi Zulyatin Editor :
BAZNAS RI Gandeng NGO Mesir untuk Maksimalkan Bantuan Kemanusiaan ke Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjalin kerja sama dengan organisasi kemanusiaan asal Mesir, Shuna'u Al-Hayah/Life Makers Foundation, guna mempercepat penyaluran bantuan senilai Rp2 miliar bagi warga Palestina yang terdampak krisis.
Kemitraan ini merupakan hasil dari pertemuan pada BAZNAS International Forum yang digelar November lalu. Shuna'u Al-Hayah sendiri telah beroperasi sejak 2011 dan resmi terdaftar di Kementerian Sosial Mesir berdasarkan regulasi yang berlaku.
Acara penandatanganan berlangsung di kantor Shuna'u Al-Hayah di Kairo, Mesir, dan dihadiri oleh perwakilan BAZNAS RI, termasuk Sekretaris Utama H. Subhan Cholid, Lc, MA., serta sejumlah pejabat lainnya. Sementara dari pihak Shuna'u Al-Hayah, hadir Deputy CEO Hamed Ibrahim Hamed. Melalui kolaborasi ini, sebanyak 8.500 paket makanan akan didistribusikan kepada masyarakat Palestina yang membutuhkan.
Dalam keterangannya, Sekretaris Utama BAZNAS RI menegaskan bahwa bantuan ini adalah wujud nyata kepedulian rakyat Indonesia terhadap Palestina dan akan disalurkan secara transparan serta akuntabel. Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan NGO lokal seperti Shuna'u Al-Hayah menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan program kemanusiaan BAZNAS di tingkat global.
Selain bantuan logistik, BAZNAS RI juga tengah merancang program jangka panjang yang mencakup berbagai aspek pemulihan bagi warga Palestina. Rencana ini mencakup pembangunan fasilitas penting seperti rumah sakit, masjid, dan sekolah guna mendukung rekonstruksi wilayah terdampak.
Masyarakat Indonesia pun diajak untuk terus berkontribusi dalam program kemanusiaan ini, mengingat besarnya kebutuhan bantuan di Palestina. BAZNAS RI berkomitmen untuk menyalurkan amanah yang dipercayakan oleh publik dengan penuh tanggung jawab.
Pihak Shuna'u Al-Hayah menyambut baik kerja sama ini dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam merespons krisis kemanusiaan. Mereka memastikan bahwa bantuan yang diberikan oleh rakyat Indonesia akan tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran. Lebih jauh, mereka berharap sinergi ini dapat terus berlanjut agar lebih banyak masyarakat terdampak konflik di berbagai belahan dunia dapat terbantu.
BERITA17/02/2025 | Kontributor: Nurma Nafisa Editor: MAS
Profesional dan Peduli, Cara Peternak BAZNAS Merawat Domba Kurban di Subang
Peternak binaan BAZNAS di Desa Belendung, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, kini memperkenalkan metode perawatan domba kurban yang lebih profesional. Para peternak ini mencukur bulu domba kurban untuk menjaga kesehatan hewan ternak mereka dari kutu dan penyakit. Perawatan ini bertujuan untuk memastikan kualitas domba yang akan digunakan untuk ibadah kurban dalam kondisi terbaik.
Proses mencukur bulu domba bukan hanya sekadar untuk estetika, tetapi juga merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan ternak. Dengan mencukur bulu, peternak dapat lebih mudah memeriksa kondisi tubuh domba, mengidentifikasi tanda-tanda penyakit atau kutu, dan memastikan domba tetap sehat. Hal ini sejalan dengan upaya BAZNAS untuk meningkatkan kualitas hewan kurban yang diberikan kepada masyarakat.
Selain mencukur bulu, para peternak juga memberikan perhatian khusus pada pola makan dan kebersihan kandang. Peternak BAZNAS berkomitmen untuk menjaga kebersihan dan kesehatan domba kurban agar dapat memenuhi standar kualitas yang diharapkan oleh masyarakat yang menerima hewan kurban. Program ini mendapat dukungan penuh dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), yang selalu memastikan bahwa perawatan hewan kurban dilakukan dengan penuh perhatian.
Dengan penerapan perawatan yang lebih profesional, peternak BAZNAS berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap kualitas hewan kurban di Subang. Program ini tidak hanya memperhatikan kesehatan ternak, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang akan menerima domba kurban dengan kualitas terbaik.
BERITA14/02/2025 | Kontributor: Nurma Nafisa Editor: mas
Jelang Ramadhan, Baznas Sumsel Ajak berbagai pihak Bersinergi dalam Kebaikan
Palembang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumatera Selatan (Sumsel) terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menyebarluaskan proposal program Ramadan kepada berbagai pihak, termasuk lembaga, perusahaan, dan masyarakat umum.
Proposal kegiatan ramadhan tersebut dimulai pada Kamis (13/02/2025), diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Penghimpunan, Supriyadi, S.Pd.I didampingi Staf Markom, Brilian Pratama, S.Si kepada berbagai pihak termasuk lembaga perbankan.
Kepala Bidang Penghimpunan BAZNAS Sumsel, Supriyadi, S.Pd.I, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) guna membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin mengajak lebih banyak masyarakat untuk berzakat melalui BAZNAS, agar penyaluran dana zakat dapat lebih terorganisir dan tepat sasaran,” ujar Supri.
Proposal yang disebarluaskan berisi berbagai program Ramadan, seperti paket ramadhan bahagia, bingkisan dhuafa, hidangan berkah ramadhan serta buka bersama 1000 anak yatim. Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya berbagi dan menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
BAZNAS Sumsel juga menggandeng berbagai instansi dan mitra strategis dalam penyebaran proposal ini.
“Kami berharap dunia usaha dan instansi pemerintah turut serta dalam mendukung program ini, baik melalui zakat perusahaan maupun donasi langsung,” tambahnya.
Ketua BAZNAS Sumsel, Ahmad Marjundi, SP.,M.Si menyampaikan bahwa optimis dengan langkah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunuaikan zakat.
“Dengan langkah ini, BAZNAS Sumsel optimis bahwa kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat akan semakin meningkat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak penerima yang berhak. Ramadan menjadi momentum terbaik untuk berbagi dan membantu sesama, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat” pungkas Marjundi.
BERITA13/02/2025 | Humas BAZNAS
Transparansi dan Akuntabilitas Dana ZIS : BAZNAS Sumsel terima Laporan Keuangan BAZNAS Muba
Palembang - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menerima laporan keuangan dari BAZNAS Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Laporan ini diserahkan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Muba dan diterima langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sumsel di kantor BAZNAS Sumsel pada Kamis (13/02/2025).
Penerimaan laporan keuangan ini merupakan bagian dari mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dilakukan oleh BAZNAS di seluruh tingkatan. Laporan keuangan ini akan dipelajari lebih lanjut untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana ZIS.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Sumsel, Kiagus Aminuddin Fauzie,SE, Wakil Ketua III Idham S.Ag serta Kepala Plekasana BAZNAS Sumsel, Hendra Praja, ME. Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Muba Hendra Wijaya, Am.d serta Wakil Ketua IV Baznas Muba H.M. Madali SKM, MM.
Wakil Ketua I BAZNAS Sumsel, Kiagus Aminuddin Fauzie, SE menyampaikan apresiasi atas penyerahan laporan keuangan dari BAZNAS Muba. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota dalam upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan ZIS.
"Kami sangat berterima kasih atas kerja sama yang baik antara BAZNAS Sumsel dan BAZNAS Muba. Laporan keuangan ini akan kami telaah dengan seksama untuk memastikan bahwa dana ZIS telah dikelola dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Aminuddin.
Aminuddin juga mengapresiasi BAZNAS Muba yang telah menyampaikan laporannya
“Saya sangat mengapresiasi atas laporan yang disampaikan, karena sejauh ini kami baru menerima laporan dari Baznas Muba,” pungkas Aminuddin.
Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Muba, Hendra Wijaya, menyampaikan bahwa laporan keuangan ini merupakan wujud komitmen BAZNAS Muba dalam memberikan informasi yang transparan dan akuntabel kepada masyarakat.
"Kami berharap laporan keuangan ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pengelolaan dana ZIS di Kabupaten Muba. Kami juga siap untuk bekerja sama dengan BAZNAS Sumsel dalam meningkatkan kualitas pengelolaan ZIS di masa mendatang," kata Hendra.
Dengan diterimanya laporan keuangan ini, BAZNAS Sumsel dapat terus meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap BAZNAS di tingkat kabupaten/kota. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa dana ZIS yang terkumpul dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
BERITA13/02/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Sumsel terima Laporan Tahunan Rumah Zakat
Palembang - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menerima laporan tahunan dari Rumah Zakat. Laporan ini diserahkan oleh Pimpinan Rumah Zakat Sumsel dan diterima Kepala Seksi Perencanaan dan Pelaporan BAZNAS Sumsel di kantor BAZNAS Sumsel Kamis (13/02/2025).
Penerimaan laporan tahunan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sumsel untuk memantau dan mengevaluasi kinerja lembaga-lembaga zakat yang beroperasi di wilayah Sumatera Selatan. Laporan ini akan dipelajari lebih lanjut untuk mengetahui sejauh mana Rumah Zakat telah menjalankan program-programnya dan mengelola dana zakat yang dipercayakan oleh masyarakat.
Ketua BAZNAS Sumsel, Ahmad Marjundi, SP., M.Si, menyampaikan apresiasi atas penyerahan laporan tahunan dari Rumah Zakat. Beliau juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat, serta berharap agar Rumah Zakat dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan program-programnya.
"Laporan tahunan ini akan kami telaah dengan seksama untuk memastikan bahwa dana zakat telah dikelola dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Marjundi.
Sementara itu, Pimpinan Rumah Zakat, Sulaiman, menyampaikan bahwa laporan tahunan ini merupakan wujud komitmen Rumah Zakat dalam memberikan informasi yang transparan dan akuntabel kepada masyarakat.
"Kami berharap laporan tahunan ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pengelolaan dana zakat di Rumah Zakat. Kami juga siap untuk bekerja sama dengan BAZNAS Sumsel dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di masa mendatang," kata Sulaiman.
Dengan diterimanya laporan tahunan ini, diharapkan BAZNAS Sumsel dapat terus meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap lembaga-lembaga zakat di Sumatera Selatan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa dana zakat yang terkumpul dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
BERITA13/02/2025 | Humas BAZNAS
Komitmen dalam Penyaluran Bantuan, BAZNAS Sumsel Apresiasi Pemkab Muba
Musi Banyuasin – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Povinsi Sumatera Selatan (Sumsel) apresiasi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) atas komitmennya dalam menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui BAZNAS Muba. Pasalnya selain dalam penghimpun dana zakat dari ASN yang patut dicontoh, penyalurannya pun sangat memberikan dampak positif untuk warga di Bumi Serasan Sekate.
Wakil Ketua I Baznas Sumsel, Kiagus Aminuddin Fauzie, SE mengungkapkan bahwa Pemkab Muba bersama Baznas Muba sangat maksimal dalam melaksanakan pengumpulan zakat terutama di lingkup ASN Pemkab Muba.
“Muba menjadi Kabupaten terbesar di Sumsel dalam pengumpulan zakat lewat Baznas. Ini sangat luar biasa, bahkan di tahun 2024 mencapai Miliaran rupiah,” ungkapnya di sela Peringatan Hari Ulang Tahun Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ke-24 Tahun 2025 dan Launching serta Pendistribusian Beberapa Bantuan Baznas Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2025 di Halaman Kantor Baznas Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (12/2/2025).
Ia mengaku, kolaborasi pengumpulan zakat yang sangat maksimal tersebut berkat dorongan dan dimentori langsung dari Sekda Muba Dr Apriyadi MSi.
“Pak Sekda ini inisiatornya, kami Baznas Sumsel sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas support pak Apriyadi selama ini,” ucap Aminuddin.
Aminuddin menyebutkan, penyaluran zakat juga sangat maksimal realisasinya. “Ini terbukti, hari ini sebanyak 15 macam penyaluran zakat disalurkan mulai untuk warga pra sejahtera hingga beasiswa Sarjana untuk 100 putra putri di Muba,” pungkas Aminuudin.
Dikutip dari sriwijaya-hariini.com, Sekretaris Daerah Muba, Dr. Apriyadi, M.Si mengajak Baznas Muba untuk terus bergerak dan mencari sumber-sumber infak yang tidak menyalahi aturan dan halal.
“Teruslah bekerja untuk masyarakat Muba dan memberikan dampak yang positif,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Muba akan terus mensupport seluruh kegiatan Baznas.
“Pemkab Muba akan terus mensupport seluruh kegiatan Baznas demi kebaikan masyarakat muba, selain itu saya juga mengucapkan kepada penerima bantuan hari ini semoga bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat,” pungkas Sekda Muba.
BERITA12/02/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Dorong Pemberdayaan UMKM Mustahik Melalui ZCorner di Bengkulu
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung perekonomian mustahik melalui peluncuran ZCorner di Bengkulu. Program ini dihadirkan sebagai bagian dari upaya memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui produk-produk binaan BAZNAS.
ZCorner merupakan pusat kuliner halal yang menghadirkan berbagai produk unggulan, seperti ZCoffee, ZMart, ZChicken, dan aneka makanan halal lainnya. Program ini bertujuan untuk membantu pemasaran produk para mustahik agar lebih dikenal luas dan memiliki daya saing di pasar.
Peluncuran ZCorner yang berlokasi di depan kantor BAZNAS Provinsi Bengkulu ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Hadir dalam kesempatan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bengkulu Drs. H. Khairil Anwar, M.Si, serta Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu Dr. Fazrul Hamidy, SH., MH.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kolaborasi yang hari ini kita wujudkan dalam program ZCorner ini,” ujar Saidah Sakwan.
Menurut dia, peluncuran Zcorner sudah sesuai dengan undang-undang amanat BAZNAS, bahwa BAZNAS memiliki tugas menjadi lembaga utama yang menyejahterakan umat.
"Seluruh program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan akan terus dijalankan, baik oleh BAZNAS RI maupun oleh BAZNAS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota," jelasnya.
Ia juga menyoroti masih tingginya jumlah mustahik di Bengkulu, sehingga berbagai program seperti ZCorner diharapkan mampu mempercepat pengurangan angka kemiskinan. Bahwasanya masih ada sekitar 281 ribu mustahik di Bengkulu. Dengan begitu program ini menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan perekonomian mereka.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bengkulu, Drs. H. Khairil Anwar, M.Si, menyebut ZCorner sebagai inovasi penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
"Program ini sejalan dengan Pemerintah Provinsi oleh karena ituharus kita sinergikan. Karena kata kuncinya, kata Bu Saidah tadi yaitu kesejahteraan masyarakat, “ imbuhnya
Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, Dr. Fazrul Hamidy, SH., MH., turut memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan BAZNAS RI dalam berbagai program
pemberdayaan.
“Kami merasa bangga atas perhatian yang diberikan kepada BAZNAS Provinsi Bengkulu. Semoga program ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat," ungkapnya.
Ia juga berharap, program ini tidak hanya membantu mustahik secara ekonomi, tetapi juga membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.
"Mudah-mudahan program ini menjadi amal jariyah bagi seluruh pimpinan BAZNAS RI," ucapnya.
Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua PWNU Bengkulu Prof. Dr. H. Khairudin, M.Ag, Rois Suriyah PWNU Bengkulu KH. Hasbullah Achmad, Ketua STIES NU Bengkulu Agung Cucu Purnawirawan, S.HI, MH, serta berbagai elemen masyarakat yang mendukung penguatan ekonomi berbasis zakat.
BERITA12/02/2025 | Kontributor: Najwa Najihah Editor : YMK
Baznas Sumsel Sediakan Rumah Singgah untuk Mayarakat Kurang Mampu
Sumatera Selatan – Banyaknya warga Sumatera Selatan yang tidak mampu, untuk berobat di Rumah Sakit, menginisiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan menjalankan peran sosial demi meringankan beban warga kurang mampu, dengan menyiapkan rumah singgah. Rumah singgah tersebut berada di area Kantor BAZNAS Sumsel di Palembang.
Rumah singgah ini diperuntukkan bagi warga Sumsel yang kurang mampu yang akan berobat khususnya di Rumah Umum Mohammad Hosein Palembang karena dekat dengan RS tersebut.
“Program rumah singgah ini merupakan salah satu program kami dalam meringankan beban keluarga yang sedang mengalami kesulitan, baik dari sisi ekonomi maupun penginapan saat rawat jalan atau kontrol ulang ke Palembang,” ujar Ketua BAZNAS Sumsel Ahmad Marjundi, SP., M.Si, Selasa (11/02/2025).
Menurutnya untuk bisa menginap di rumah singgah Baznas ini katanya, ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi oleh calon penghuni, selain itu harus melampirkan surat keterangan dari pihak rumah sakit yang menyatakan bahwa pasien tersebut memang sedang menjalani perawatan, kontrol ulang atau sebagai pendamping keluarga yang sedang dirawat di rumah sakit di Kota Palembang.
“Rumah singgah tersebut gratis, tidak dipungut biaya bahkan disiapkan makan selama dirumah singgah,” ujar Marjundi.
Salah satu keluarga yang merasakan manfaat rumah singgah ini mengucapkan terimakasih kepada Baznas yang telah memberikan layanan rumah singgah.
“Alhamdulillah saya merasa sangat terbantu dengan adanya layanan rumah singgah ini, karena jika ingin mengontrak rumah untuk berteduh biayanya sangat mahal,” ujar Keluarga Ibu Indah dalam keterangannya, Selasa (11/02/2025).
BERITA11/02/2025 | Humas BAZNAS

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sumatera Selatan.
Lihat Daftar Rekening →