WhatsApp Icon
Di Penghujung Ramadhan Prajurit TNI Antri Bayar Zakat di BAZNAS PROVINSI SUMATERA SELATAN

 

Palembang – BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan menerima penyerahan zakat fitrah dari personel Makorem 044/Gapo dalam rangka pelaksanaan ibadah Ramadan 1447 H / 2026 M. Penyerahan ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran zakat sebagai instrumen sosial keagamaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Zakat fitrah yang diserahkan merupakan hasil penghimpunan dari seluruh personel Makorem 044/Gapo sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT serta kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang membutuhkan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pimpinan BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Makorem 044/Gapo dalam menyalurkan zakat fitrah melalui BAZNAS. Hal ini menunjukkan sinergi yang baik antara institusi TNI dan lembaga pengelola zakat dalam mendukung pengentasan kemiskinan serta pemerataan kesejahteraan.

“Zakat yang telah dihimpun akan segera didistribusikan kepada para mustahik sesuai dengan ketentuan syariat Islam, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang berhak menerima,” ujar perwakilan BAZNAS.

Melalui momentum ini, BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak yang luas.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya zakat sebagai sarana membersihkan harta sekaligus mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Zakat Fitrah Membersihkan Diri, Menguatkan Kepedulian, dan Menguatkan Indonesia.”

19/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumsel
BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan Salurkan Paket Ramadhan Bahagia Melalui Tim Umar bin Khattab

 

Palembang – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan melalui Tim Umar bin Khattab menyalurkan Paket Ramadhan Bahagia kepada masyarakat yang membutuhkan di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan.

Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan dalam mengoptimalkan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kaum dhuafa.

Paket Ramadhan Bahagia yang disalurkan berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat serta meringankan beban ekonomi menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Penyaluran dilakukan secara langsung oleh Tim Umar bin Khattab dengan tetap mengedepankan prinsip amanah, transparansi, dan akuntabilitas. Masyarakat penerima manfaat tampak antusias dan bersyukur atas bantuan yang diberikan.

Perwakilan BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan kebahagiaan di bulan suci Ramadhan.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kami juga mengajak para muzaki untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” ujarnya.

BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan memperluas jangkauan program sosial demi mewujudkan kesejahteraan umat serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

19/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumsel
OPD Pemprov Sumsel Salurkan Zakat melalui BAZNAS, Perkuat Komitmen Pengelolaan ZIS yang Profesional dan Amanah

 

Palembang – Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan amanah dengan menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan.

Penyaluran zakat ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumsel. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan dan dihadiri oleh perwakilan OPD serta jajaran pimpinan BAZNAS Sumsel.

Pimpinan BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif OPD dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi. Ia menegaskan bahwa zakat yang dihimpun akan disalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik melalui berbagai program unggulan, seperti bidang sosial kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi umat.

“Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS akan dikelola secara transparan dan profesional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan OPD menyampaikan bahwa penyaluran zakat melalui BAZNAS merupakan wujud sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak ASN dan masyarakat yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, sehingga penghimpunan ZIS dapat terus meningkat dan memberikan dampak yang lebih signifikan bagi kesejahteraan umat.

 

BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menjadi lembaga pengelola zakat yang terpercaya, akuntabel, dan profesional dalam mengelola serta mendistribusikan dana zakat demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.

18/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS SUMSEL
Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Sumsel

 

Palembang – Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, menunaikan kewajiban zakatnya melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus komitmen dalam mendukung pengelolaan zakat yang amanah, transparan, dan profesional.

Kegiatan pembayaran zakat tersebut dilaksanakan di Kantor BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan di Palembang dan disambut langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Sumsel. Momentum ini menjadi contoh teladan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat luas dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.

Pimpinan BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan. Menurutnya, partisipasi pimpinan daerah dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS memiliki dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berzakat.

“Kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS menjadi amanah bagi kami untuk terus mengelola dana zakat secara profesional, transparan, dan tepat sasaran kepada para mustahik yang membutuhkan,” ujarnya.

Zakat yang dihimpun melalui BAZNAS akan disalurkan dalam berbagai program strategis, meliputi bidang sosial kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi umat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yang menunaikan zakatnya melalui BAZNAS sehingga penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat terus meningkat.

 

BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus menjadi lembaga pengelola zakat yang terpercaya, akuntabel, dan profesional dalam mewujudkan kesejahteraan umat melalui optimalisasi pengelolaan dana zakat.

18/03/2026 | Kontributor: Humas Baznas Sumsel
BAZNAS Sumsel Bersama Tribun Sumsel, Perkuat Pemahaman Zakat Mal dan Zakat Fitrah di Tengah Masyarakat

 

Palembang – BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan memenuhi undangan dari Tribun Sumsel dalam rangka diskusi dan pembahasan mengenai zakat mal dan zakat fitrah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemahaman dan optimalisasi pengelolaan zakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan diwakili oleh Kepala Pelaksana, Hendra Praja. Kehadirannya sebagai narasumber memberikan penjelasan komprehensif mengenai perbedaan zakat mal dan zakat fitrah, ketentuan, serta mekanisme penyalurannya sesuai dengan syariat Islam.

Hendra Praja menyampaikan bahwa zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, yang ditunaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri sebagai bentuk penyucian diri. Sementara itu, zakat mal mencakup harta kekayaan yang telah memenuhi nisab dan haul, seperti penghasilan, perdagangan, dan aset lainnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan agar pendistribusian dapat dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan umat.

Diskusi yang berlangsung interaktif ini juga membuka ruang tanya jawab, di mana masyarakat dapat menggali informasi lebih dalam terkait tata cara perhitungan zakat, manfaat zakat, serta program-program yang dijalankan oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat semakin meningkat serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.

17/03/2026 | Kontributor: Humas Baznas Sumsel

Berita Terbaru

BAZNAS Bangun Wibawa Umat Muslim
BAZNAS Bangun Wibawa Umat Muslim
Palembang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dapat membangun wibawa umat Muslim di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan Dr. H. Irwan Syafitri, S.Ag., M.Pd.I dalam Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat yang digelar di Palembang Senin (23/12/2024). Syafitri Irwan menegaskan bahwa BAZNAS memiliki peran yang sangat vital dalam memperkuat citra umat Muslim melalui pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. "BAZNAS tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pengumpul zakat, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial yang mendalam. Dengan zakat yang dikelola secara efektif, kita dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membangun wibawa umat Muslim sebagai komunitas yang peduli terhadap kesejahteraan sosial," ujar Syafitri. Kepala Kanwil Kemenag Sumsel tersebut juga menyampaikan bahwa penguatan BAZNAS menjadi salah satu prioritas dalam upaya mengurangi kesenjangan sosial dan memperbaiki kualitas hidup umat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat dalam mewujudkan tujuan tersebut. "Pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel akan memperkuat rasa percaya masyarakat terhadap lembaga zakat, sekaligus menciptakan keadilan sosial yang lebih merata," tambah Syafitri. Dengan adanya Rapat Koordinasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan komitmen seluruh pihak terkait dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat di wilayah Sumatera Selatan. Dengan adanya kerja sama yang solid, Syafitri berharap zakat dapat lebih efektif dalam memberdayakan umat dan menciptakan kesejahteraan sosial yang lebih baik. Selain itu, Syafitri juga menekankan pentingnya pendidikan dan sosialisasi mengenai zakat kepada masyarakat luas. "Melalui edukasi yang intensif, kita bisa memastikan bahwa setiap potensi zakat yang ada dapat dimaksimalkan, untuk mencapai tujuan bersama yakni kesejahteraan umat yang berkeadilan," pungkasnya. Dalam rapat tersebut, sejumlah program pemberdayaan umat yang telah dijalankan oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan seperti bantuan untuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat dhuafa, juga dibahas sebagai contoh konkret kontribusi BAZNAS Sumsel dalam menciptakan perubahan sosial yang lebih baik.
BERITA23/12/2024 | Penulis : Petrawangsyah
BAZNAS RI Gelar Kembali Konferensi Zakat Internasional ke-8 dengan Kehadiran Pegiat Zakat ASEAN dan Jordania
BAZNAS RI Gelar Kembali Konferensi Zakat Internasional ke-8 dengan Kehadiran Pegiat Zakat ASEAN dan Jordania
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyelenggarakan Konferensi Zakat Internasional ke-8 atau The 8th International Conference on Zakat (ICONZ) 2024, yang berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 17-19 Desember 2024. Mengusung tema "Kontribusi Zakat dalam Mengurangi Kemiskinan Global dan Meningkatkan Kesejahteraan", konferensi ini dihadiri pegiat zakat dari ASEAN (Malaysia, Filipina, Kamboja, Brunei Darussalam, Myanmar), Jordania, serta akademisi dan pegiat zakat dari Indonesia. Acara ini merupakan hasil kerja sama BAZNAS, Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Rumah Amal Salman, dan BAZNAS Provinsi Jawa Barat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam sambutannya saat membuka ICONZ ke-8 pada Rabu (18/12/2024), menyampaikan bahwa konferensi ini adalah kesempatan penting untuk terus mendorong zakat sebagai alat untuk mengatasi kemiskinan, menciptakan keadilan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan global. "Konferensi ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi, berbagi ide, dan mengembangkan strategi baru dalam menghadapi tantangan kemiskinan dan ketidakadilan," katanya. Ia menambahkan bahwa konferensi ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk berbagi praktik terbaik, tetapi juga membuka peluang kemitraan yang berkelanjutan demi menghasilkan dampak nyata. Kiai Noor juga menegaskan bahwa zakat memiliki potensi besar, bukan hanya sebagai kewajiban finansial, tetapi juga sebagai kekuatan untuk perubahan sosial, sarana untuk memulihkan martabat, serta menciptakan dunia yang lebih adil. "Diskusi dan kolaborasi yang terbentuk di ICONZ ke-8 ini saya yakin akan membuka jalan untuk pencapaian yang lebih besar di masa depan," ujarnya. Para pegiat zakat dari ASEAN dan Jordania juga menyambut baik pelaksanaan ICONZ ke-8 ini. "Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada BAZNAS atas terselenggaranya ICONZ ke-8. BAZNAS telah menjadi lembaga yang kuat dan menjadi rujukan bagi negara-negara lain," kata General Secretary World Zakat and Waqf Forum (WZWF) H.E. Datuk Dr. Ghazali Md. dari Malaysia. Dean Faculty of Economic and Islamic Finance, Sultan Sharif Ali Islamic University (Brunei Darussalam), Dr. Muhammad Zaki bin Haji Zaini, juga menyampaikan rasa terima kasihnya dan menilai positif konferensi ini. "Kami berterima kasih kepada BAZNAS yang telah mengundang kami pada konferensi internasional ini. Hasil dari konferensi ini akan kami bawa ke negara kami untuk diadaptasi dan diterapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku di negara kami," ujarnya. CEO Shunduq Zakat Jordan, Dr. Abid Smerat, juga memberikan apresiasi dan berharap konferensi ini akan melahirkan inovasi-inovasi baru untuk perkembangan zakat global. Lebih dari 300 peserta dari dalam dan luar negeri menghadiri konferensi ICONZ ke-8 ini. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua BAZNAS RI H Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof Ir H. M Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec, PhD, Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM, dan Pimpinan Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan ?S.Ag, M.Si., CFRM. Selain itu, hadir juga Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) Kementerian Agama RI Prof Dr Waryono Abdul Ghafur, Guru Besar ITB Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, M.S.EE, Ph.D, Wakil Rektor ITB Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan Prof. Ir. Muhamad Abduh, M.T., Ph.D., serta perwakilan dari Myittar Resource Foundation Myanmar, Chit Ko Ko Oo, Executive Director, Advisor to the Royal Government of Cambodia, dan Deputy Chief Cabinet of Senior Minister Othsman Hassan Thorn Sarorn.
BERITA18/12/2024 | Kontri : Lulu Editor : Putri
Mimpi Punya Rumah Layak Huni Kini Jadi Kenyataan Berkat BAZNAS
Mimpi Punya Rumah Layak Huni Kini Jadi Kenyataan Berkat BAZNAS
Musi Rawas, (16/12/2024) - Senyuman lebar terpancar di wajah Bu Yuyum, seorang penduduk Dusun II Desa Rantau Alih, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas. Ia memandang rumahnya dengan penuh kebahagiaan. Dulu, bersama suaminya, mereka hanya bisa bermimpi memiliki rumah yang layak huni. Kini, impian itu telah terwujud berkat bantuan BAZNAS yang secara tulus membangun Rumah Layak Huni untuknya. Setiap malam, sebelum tidur, Bu Yuyum selalu mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan kepada para muzaki Baznas yang telah membantu mereka. Ia merasa sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. "Terima kasih kepada Baznas, terima kasih kepada para muzaki yang telah membantu saya dan keluarga. Kebaikan kalian akan selalu saya kenang," ucap Bu Yuyum dengan penuh rasa terima kasih. Kehidupannya pun berubah drastis sejak memiliki rumah baru. Kini, ia bisa tidur dengan nyaman tanpa khawatir akan atap yang bocor atau dinding yang retak. PLT Komisioner Baznas Musi Rawas, Nisvi Asyura, bersama Wakil Ketua III Rageman dan staf distribusi Heri Kusnadi, mengunjungi rumah Bu Yuyum untuk melihat langsung kondisi rumahnya yang telah selesai dibangun. Pembangunan rumah tersebut menelan biaya sekitar Rp 45 juta, yang berasal dari kolaborasi Baznas RI (Rp 25 juta), Baznas Provinsi Sumatera Selatan (Rp 5 juta), dan Baznas Musi Rawas (Rp 15 juta). Bu Yuyum menyambut hangat kedatangan tim Baznas Musi Rawas dan dengan tulus mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ia menceritakan bagaimana kehidupannya berubah sejak mendapatkan rumah baru. PLT Komisioner Baznas Musi Rawas, Nisvi Asyura, merasa sangat terharu mendengar kisah Bu Yuyum. Mereka menyadari bahwa bantuan pembangunan rumah layak huni dari Baznas telah memberikan dampak positif yang luar biasa bagi banyak orang. "Kami sangat senang melihat Bu Yuyum dan keluarganya bisa hidup lebih layak. Semua ini berkat kebaikan para muzaki," ujar Nisvi Asyura. "Saya sangat bahagia melihat Bu Yuyum sekarang. Dulu rumahnya dalam kondisi sangat memprihatinkan, tapi kini menjadi bersih dan nyaman. Semoga ini menjadi berkah bagi keluarga Bu Yuyum," ujar Bu Aminah, tetangga terdekat. "Terima kasih banyak kepada Baznas yang telah membangunkan rumah untuk Bu Yuyum. Ini adalah contoh nyata kepedulian Baznas terhadap sesama. Semoga program seperti ini terus berlanjut," kata Pak Agus, Kadus setempat. Ketua BPD Desa Rantau Alih, Joko, juga mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Baznas atas bantuan yang telah diberikan kepada warganya. "Kami sangat mengapresiasi program Baznas ini dan berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut untuk membangun desa kami menjadi lebih baik," ujarnya. "Ini membuktikan bahwa dengan kebersamaan dan gotong royong, kita bisa mewujudkan impian banyak orang. Terima kasih kepada Baznas yang telah menginisiasi program ini," tambah Bu Sri, seorang warga lainnya. Kepala Desa Rantau Alih menyampaikan ucapan terimakasih kepada Baznas yang selalu hadir untuk memberikan manfaat terutama pada warga Rantau Alih yang sangat membutuhkan uluran tangan. "Kami atas nama pemerintah desa mengucapkan terima kasih kepada Baznas yang telah membangun rumah layak huni untuk warga kami. Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga, dan bantuan seperti ini dapat menjadi motivasi bagi warga lainnya untuk terus berjuang dan tidak menyerah pada keadaan," pungkas Kepala Desa Rantau Alih.
BERITA17/12/2024 | Humas
Peternak Binaan BAZNAS Sulap Kotoran Ternak Jadi Pupuk, Dongkrak Panen Jagung di Tuban
Peternak Binaan BAZNAS Sulap Kotoran Ternak Jadi Pupuk, Dongkrak Panen Jagung di Tuban
Inovasi sederhana namun berdampak besar muncul dari Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Para anggota kelompok Peternak Mandiri Barokah di desa ini berhasil mengubah kotoran ternak menjadi pupuk bokasi atau kompos yang mendongkrak produktivitas panen jagung mereka. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam memberdayakan masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan. Kotoran ternak, yang sebelumnya hanya dianggap sebagai limbah, kini menjadi "emas hijau" bagi para petani jagung di Desa Pongpongan. Dengan diolah menjadi pupuk bokasi, kotoran ternak tidak hanya membantu meningkatkan kesuburan tanah, tetapi juga meningkatkan kemampuan tanah untuk menyimpan air. Hasilnya, jagung tumbuh lebih subur, lebih tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem, dan memberikan hasil panen yang jauh lebih baik. Salah seorang petani, anggota Peternak Mandiri Barokah, mengungkapkan bahwa hasil panen mereka meningkat signifikan sejak menggunakan pupuk bokasi ini. "Dulu, kami hanya mengandalkan pupuk kimia yang harganya cukup mahal. Sekarang, dengan pupuk bokasi yang kami buat sendiri, panen lebih melimpah dan biaya produksi lebih hemat," ujar salah satu petani setempat. Program ini berjalan berkat dukungan penuh dari BAZNAS RI, yang aktif mendampingi kelompok peternak melalui pelatihan dan pendampingan teknis. Kepala Divisi Pemberdayaan Ekonomi BAZNAS RI, dalam pernyataan resminya, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. “Kami di BAZNAS RI melihat potensi besar dalam pemanfaatan limbah ternak sebagai solusi pertanian yang berkelanjutan. Melalui program ini, kami tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas petani, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih mandiri secara ekonomi,” ujar perwakilan BAZNAS RI. Pendampingan yang diberikan BAZNAS RI mencakup pelatihan pembuatan pupuk bokasi, manajemen kelompok usaha, hingga pemasaran hasil panen. Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi jagung tetapi juga membuka peluang bagi peternak dan petani untuk memperluas akses pasar. Manfaat dari penggunaan pupuk bokasi tidak hanya dirasakan oleh petani secara ekonomi tetapi juga berdampak besar bagi lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia, tanah di Desa Pongpongan kini lebih subur dan sehat. Selain itu, limbah ternak yang dulunya mencemari lingkungan kini memiliki nilai tambah yang besar. Salah satu anggota Peternak Mandiri Barokah mengungkapkan kebanggaannya terhadap perubahan yang terjadi. “Kami merasa sangat terbantu dengan pendampingan dari BAZNAS RI. Ini bukan hanya tentang pertanian, tetapi juga tentang membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita,” ucapnya. Program pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS RI di Desa Pongpongan ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Indonesia. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, program ini membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas dapat menciptakan dampak yang signifikan. “Kami berharap inisiatif seperti ini dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat di daerah lain. Keberhasilan kelompok Peternak Mandiri Barokah adalah bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama,” tutup perwakilan BAZNAS RI. Dengan hadirnya program ini, Desa Pongpongan tidak hanya berhasil mendongkrak panen jagung, tetapi juga menunjukkan bagaimana inovasi berbasis komunitas mampu menciptakan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan secara bersamaan. Ke depan, dukungan dan kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus diperluas untuk mendorong lebih banyak desa menjadi mandiri dan berdaya.
BERITA17/12/2024 | Kontri : Natasya Editor : Mas
BAZNAS Sumsel Hadiri Apel Tanggap Bencana Bersama Wapres Gibran di Semarang
BAZNAS Sumsel Hadiri Apel Tanggap Bencana Bersama Wapres Gibran di Semarang
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menjadi pembina Apel Kesiapsiagaan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) serta Rumah Sehat BAZNAS (RSB) 2024 yang digelar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/12/2024). Wakil Presiden Gibran menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang baik antara BAZNAS, para relawan, dan mitra-mitranya dalam membantu pemerintah mengatasi bencana di Indonesia. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak dalam menghadapi bencana. Menurut Wapres Gibran, kontribusi BAZNAS tidak hanya saat terjadi bencana saja, tetapi juga dalam upaya pemulihan setelah bencana. Beliau berharap ke depan BAZNAS akan semakin aktif melibatkan masyarakat dalam penanggulangan bencana. Misalnya, dengan memberikan pelatihan agar masyarakat siap menghadapi bencana, membangun sekolah sementara untuk anak-anak yang terkena dampak bencana, memberikan beasiswa dan perlengkapan sekolah, menciptakan pusat perekonomian baru di tempat relokasi, serta memberikan bantuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang terkena bencana. Acara ini turut dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan Edi Purnomo ST didampingi oleh Staf Andre Pahreza, S.I.Kom. Apel dibuka dengan pembacaan laporan dari Ketua Baznas RI, KH. Noor Achmad. Dalam laporannya ia mengatakan, Baznas Tanggap Bencana (BTB) merupakan koordinasi relasi antara masyarakat agamis, masyarakat, dan para relawan. "Sebenarnya ini adalah sebagian kecil dari relawan bencana 30 provinsi dan 360 kabupaten kota di seluruh Indonesia, tapi Insya Allah setelah ini semua provinsi dan kabupaten kota akan segera dibentuk relawan bencana," kata Noor di Simpang Lima Semarang, Jumat (13/12/2024). Noor mengatakan, Baznas Tanggap Bencana merupakan desakan dari masyarakat yang ingin memberikan sedekah kepada para korban bencana. Nantinya BTB akan diperluas untuk dibentuk di tiap daerah. "Demikian juga pada hari ini kami juga akan ada Rakornas BTB dan sekaligus RSB", sambungnya. Sementara itu, Gibran dalam amanatnya mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara yang terletak di ring of fire sehingga memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi. Mulai dari banjir, gempa bumi, erupsi gunung berapi, hingga longsor bisa terjadi di Indonesia. "Tahun 2023 tercatat telah terjadi sekitar 5.400 bencana yang mengakibatkan 36.000 unit infrastruktur dan lebih dari 8 juta masyarakat terdampak," kata Gibran saat menyampaikan amanatnya. Menurutnya, bencana yang muncul ini juga mampu menimbulkan kemiskinan serta kerentanan di bidang pendidikan hingga kesehatan. Ia pun mengapresiasi para relawan yang hadir, yang telah membantu penanganan kebencanaan nasional. "Dalam menghadapi bencana menjadi sangat penting untuk mengurangi kerugian yang akan ditimbulkan," jelasnya. Dalam kesempatan itu, Gibran turut membuka Apel Kesiapsiagaan dan memberi bantuan sarana prasarana secara simbolis kepada Baznas dari 4 kabupaten/kota. "Saya berharap ke depan Baznas dapat semakin memperkuat perannya dalam penanggulangan bencana berbasis masyarakat," harapnya. Putra sulung Presiden Ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu juga tampak turun ke lapangan untuk menyalami para peserta yang mengikuti apel dan langsung laris diajak foto para peserta. Sesekali Gibran memberikan semangat kepada mereka sambil menepuk pundak beberapa relawan.
BERITA16/12/2024 | Humas
Optimalkan Pengumpulan Zakat, BAZNAS Sumsel Matangkan Rakor UPZ
Optimalkan Pengumpulan Zakat, BAZNAS Sumsel Matangkan Rakor UPZ
Palembang (13/12/2024) - Bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) laksanakan tindaklanjut rencana Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dibawah koordinasi BAZNAS Sumsel memiliki peran yang sangat strategis dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat. Melalui Rapat Koordinasi UPZ yang akan dilaksanakan, diharapkan kinerja UPZ dapat semakin ditingkatkan. Ketua BAZNAS Sumsel Ahmad Marjundi, SP., M.Si menyampaikan, Kegiatan ini sebagai langkah untuk mengoptimalkan tugas BAZNAS Sumsel dalam pengumpulan zakat di jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan. “Kegiatan ini sangat diperlukan dalam mengoptimalkan tugas BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan dalam pengumpulan zakat,” ujar Marjundi. Marjundi menambahkan bahwa BAZNAS merupakan suatu lembaga yang berkewajiban melakukan pengelolaan zakat yang nantinya akan disalurkan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam.
BERITA13/12/2024 | Penulis : Petrawangsyah
Program BAZNAS Beri Pakan Berkualitas Menjadi Kunci Sukses di Peternakan Banjarjo Farm
Program BAZNAS Beri Pakan Berkualitas Menjadi Kunci Sukses di Peternakan Banjarjo Farm
Di sebuah sudut Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, terlihat sekumpulan orang berkumpul di peternakan sederhana yang mereka sebut Banjarjo Farm. Hari itu, udara pagi bercampur dengan bau khas peternakan. Namun, di antara aroma jerami dan pakan ternak, ada semangat yang tidak bisa disembunyikan. Beberapa orang tampak memeriksa kondisi domba-domba, sementara yang lain duduk berdiskusi di dekat sebuah bangunan kecil, rumah kompos yang mereka bangun dengan inovasi sederhana namun penuh makna. "Kalau pakan domba kami bagus, hasilnya ya bagus juga," kata Pak Sardi, salah satu anggota kelompok dengan wajah yang dihiasi senyum bangga. Ia bercerita bagaimana dulu mereka hanya mengandalkan apa yang ada, seringkali seadanya, tanpa pengetahuan tentang kualitas pakan. “Dulu, kami pikir pakan apa saja cukup, yang penting domba bisa makan. Tapi ternyata, kalau mau hasil maksimal, kami harus tahu kandungannya," ujarnya. Melalui bantuan dari BAZNAS, Banjarjo Farm kini mulai merasakan perubahan. Pakan berkualitas yang mereka hasilkan sendiri tidak hanya membuat domba-domba mereka lebih sehat, tetapi juga membuka peluang baru. Namun, bukan hanya soal keuntungan. Rumah kompos yang ia dirikan menjadi bukti bahwa inovasi kecil bisa membawa perubahan besar. Dari limbah peternakan yang dulunya hanya dibuang begitu saja, kini menjadi pupuk organik yang dimanfaatkan untuk kebun-kebun warga. "Di sini kami sekarang punya siklus yang lengkap, dari ternak, pakan, sampai pupuk. Semua saling mendukung," jelas Pak Sardi sambil menunjuk tumpukan kompos yang siap dipasarkan. Pak Sardi yakin bahwa apa yang ia capai hari ini adalah hasil dari gotong-royong dan dukungan. “Kalau tidak ada bantuan dan pelatihan ini, mungkin kami masih seperti dulu, hanya menjalani tanpa tahu apa yang bisa diperbaiki,” ucapnya dengan nada syukur. Banjarjo Farm kini bukan sekadar peternakan, tapi harapan. Di tengah sawah dan ladang, tempat itu menjadi bukti bahwa dengan usaha bersama, perubahan bukan sekadar mimpi. Domba-domba mereka mungkin hanya hewan ternak bagi sebagian orang, tapi bagi mereka, itu adalah langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik. “Kami ingin terus belajar, supaya apa yang kami lakukan bisa memberi manfaat lebih besar, bukan hanya untuk kami, tapi juga untuk desa,” tutup Pak Sardi dengan semangat yang menggetarkan.
BERITA12/12/2024 | Kontri : Nadia Editor : putri
BAZNAS Bantu Dapur Umum dan Air Bersih Penyintas Banjir Sukabumi
BAZNAS Bantu Dapur Umum dan Air Bersih Penyintas Banjir Sukabumi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) proaktif memberikan solusi cepat dalam membantu korban banjir di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bentuknya berupa bantuan dapur umum Bank Makanan dan dapur air bersih untuk meringankan beban para penyintas. "Alhamdulillah, BAZNAS hari ini mulai mengoperasikan dapur umum Bank Makanan dan dapur air bersih di lokasi bencana Sukabumi. Setelah sebelumnya, tim juga telah melakukan aksi resik musala dan rumah warga," ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA., dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu. Saidah menyatakan, dapur umum didirikan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan mendesak bagi warga yang terdampak banjir. Dapur umum ini setiap harinya menyediakan 5.000 paket makanan siap saji untuk masyarakat. Selain itu, dapur air bersih didirikan untuk memastikan ketersediaan air bersih yang sangat diperlukan korban bencana. "Makanan yang diolah di dapur umum tidak hanya disajikan di lokasi, tetapi juga didistribusikan ke desa-desa lain yang terdampak. Kami ingin memastikan bahwa bantuan makanan ini menjangkau sebanyak mungkin untuk para penyintas yang memerlukannya," tambahnya. Kehadiran dapur umum dan dapur air bersih diharapkan dapat menjadi solusi sementara yang berarti bagi para korban. Saat ini, kebutuhan pangan yang memadai menjadi prioritas utama untuk meringankan beban masyarakat di Sukabumi yang sedang menghadapi masa sulit. "Dalam situasi seperti ini, penting bagi kita untuk hadir memberikan bantuan yang nyata dan tepat guna. Semoga bantuan asupan makanan dan dapur air ini dapat membantu meringankan beban kebutuhan darurat bagi masyarakat terdampak bencana di Sukabumi," harap Saidah. Saidah juga menegaskan, pentingnya kolaborasi untuk menyukseskan inisiatif tersebut. Oleh karena itu, lanjutnya, BAZNAS mengucapkan terima kasih kepada para relawan, masyarakat sekitar, dan para muzaki yang telah berkontribusi untuk membantu saudara-saudara kita di Sukabumi. Semoga sinergi ini terus terjalin demi kebaikan bersama. BAZNAS mengajak masyarakat untuk terus berdoa dan berbagi kepedulian melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan: BSI: 9000055740 BCA: 6860737777 A.n. Badan Amil Zakat Nasional Klik: baznas.go.id/sedekahbencana Layanan BAZNAS: WhatsApp: wa.me/6281188821818 Email: [email protected]
BERITA11/12/2024 | Kontri : kartika Editor : mas
BAZNAS Sumsel Luncurkan Program Zakat Community Development dan Baznas Microfinance Masjid: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Umat
BAZNAS Sumsel Luncurkan Program Zakat Community Development dan Baznas Microfinance Masjid: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Umat
Palembang, (06/12/2024) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan kembali berinovasi untuk mengelola zakat. Dalam kegiatan kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI, BAZNAS meluncurkan dua program unggulan, yaitu Zakat Community Development (ZCD) dan Baznas Microfinance Masjid (BMM). Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi, dengan adanya program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan. Ketua BAZNAS Sumsel, Ahmad marjundi, SP., M.SI, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedua program ini merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam mengelola zakat secara profesional dan produktif. “Zakat tidak hanya sekedar ibadah, tetapi juga memiliki dampak yang sangat besar bagi pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat,” ujar Marjundi. Program ini sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat diwilayah sumatera selatan, dikutip dari akun media sosial instagram pemprov_sumsel, PJ Gubernur Sumatera Selatan Elen Setiadi, S.H., M.S.E, menjelaskan tentang potensi yang dimiliki provinsi sumatera selatan diantaranya pertumbuhan ekonomi yang positif berada dikisaran 5 %, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2024 mencapai 5,05%. Marjundi menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam hal ini dari Gubernur dan DPRD Provinsi Sumatera Selatan yang telah memberikan support dan dukungan terhadap Program Program yang dimiliki oleh BAZNAS Sumsel. Marjundi juga mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah berkolaborasi dalam melaksanakan program yang dimiliki oleh baznas, "Tak lupa saya juga mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait yang telah membantu merelaisasikan program yang dimilki baznas untuk membangun secara utuh masyarakat di wilayah sumatera selatan baik dari segi pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lain sebagainya," pungkas Marjundi.
BERITA10/12/2024 | Penulis : Petrawangsyah
Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik, BAZNAS adakan Pelatihan membuat ayam krispi Z-Chicken di Palembang
Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik, BAZNAS adakan Pelatihan membuat ayam krispi Z-Chicken di Palembang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan bersama BAZNAS Kota Palembang lakukan pelatihan membuat ayam krispi dalam program Z-Chicken, Jumat (06/12/2024). Program ini merupakan suatu usaha untuk memberdayakan mustahik yang berada di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Program ZChicken digulirkan sebagai upaya mengangkat perekonomian dan memberi kesejahteraan mustahik melalui dana zakat, infak, dan sedekah. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Sumsel Ahmad Marjundi, SP., M.Si dan Ketua BAZNAS Kota Palembang Kgs. M. Ridwan Nawawi, S.Pd., MM. Pelatihan ini merupakan rangkaian dari program bantuan usaha Z-Chicken untuk dikelola para mustahik di Provinsi Sumatera Selatan. Sebelumnya pelatihan Z-Chicken ini telah terlebih dahulu dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Kabupaten Muara Enim pada 04 Desember 2024 lalu. "Hingga saat ini di Provinsi Sumatera Selatan telah merealisasikan pelatihan membuat ayam krispi untuk dikelola para mustahik di Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 135 mustahik. Melalui bantuan produktif ini, BAZNAS berharap dapat mengangkat perekonomian masyarakat setempat dan mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat," ucap Ketua BAZNAS Sumsel, Ahmad Marjundi, SP., M.Si. Marjundi menambahkan, dengan mengusung pemberdayaan di bidang kuliner dengan konsep usaha Waralaba Fried Chicken yang berkelanjutan. "BAZNAS tak hanya memberikan bantuan usaha ZChicken, namun turut membentuk ekosistem pengelolaan usaha agar semakin optimal," pungkas Marjundi.
BERITA09/12/2024 | Penulis : Petrawangsyah
Rakorda Babel Dorong Sinergi dan Inovasi dalam Pengelolaan Zakat
Rakorda Babel Dorong Sinergi dan Inovasi dalam Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkomitmen untuk memperkuat pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) di wilayah Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Upaya penguatan ini terwujud dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berlangsung di Hotel Aksi Natural, Bangka Belitung, baru-baru ini. Dalam acara tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM, menyampaikan pentingnya sinergi lintas sektor dan pendekatan berbasis teknologi untuk memaksimalkan potensi pengumpulan dana di wilayah ini. Ia menyoroti bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak dan pemanfaatan inovasi digital menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pengumpulan ZIS dan DSKL. Rakorda ini juga dihadiri oleh perwakilan BAZNAS dari seluruh kabupaten/kota di Bangka Belitung. Dalam forum tersebut, berbagai strategi dirumuskan untuk menyelaraskan program kerja dengan target nasional, termasuk memperluas jejaring kemitraan dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, dan komunitas masyarakat. Melalui diskusi interaktif yang digelar di akhir acara, peserta Rakorda membahas tantangan dan peluang dalam mengelola zakat di tingkat daerah. Hasil dari Rakorda ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi zakat dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial di Bangka Belitung serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
BERITA09/12/2024 | Kontri : Sujai Editor : Mas
Mengangkat Mustahik dengan Program Balai Ternak BAZNAS
Mengangkat Mustahik dengan Program Balai Ternak BAZNAS
Dalam Islam, zakat merupakan instrumen penting untuk mengurangi kesenjangan sosial dan membantu fakir miskin agar mandiri secara ekonomi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengambil peran strategis dalam pengelolaan zakat dengan meluncurkan berbagai program pemberdayaan, salah satunya Balai Ternak BAZNAS. Program ini telah membuktikan efektivitasnya dalam mengubah hidup para mustahik, termasuk Roni, seorang peternak ayam dari Desa Sendangagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Sebelum bergabung, Roni hidup dalam keterbatasan dengan penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan dasar keluarganya. Melalui program Balai Ternak, Roni menerima 3.000 ekor day old chicken (DOC) berikut pakan dan kebutuhan pendukung lainnya. Tidak hanya itu, BAZNAS juga memberikan pelatihan intensif, pendampingan, dan edukasi terkait perawatan ayam, kesehatan ternak, hingga strategi pemasaran. Berkat usaha dan dukungan ini, Roni kini telah memasuki periode ke-6 dalam beternak ayam. Pada panen yang dijadwalkan 28 November 2024, ia optimis hasilnya akan maksimal, dengan pendapatan yang terus meningkat hingga melampaui garis kemiskinan. Program ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang. Selain pemberian modal awal, BAZNAS memastikan keberlanjutan usaha dengan terus mendampingi mustahik hingga mereka mandiri. Keberhasilan Roni tidak hanya mengangkat taraf hidup keluarganya, tetapi juga menciptakan manfaat sosial bagi komunitasnya. Kelompok Bintang Harapan Magetan, tempat Roni bernaung, menjadi wadah berbagi ilmu, pengalaman, dan membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Dampak positif ini sejalan dengan prinsip Islam yang mendorong pemberdayaan kaum dhuafa. Dalam surah At-Taubah ayat 60, Allah SWT memerintahkan agar zakat diberikan kepada delapan golongan penerima, termasuk fakir dan miskin. Program seperti Balai Ternak menunjukkan bahwa zakat bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga memberdayakan mustahik agar mampu berdikari dan berkontribusi bagi lingkungannya. Kisah Roni menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara profesional dapat menciptakan perubahan signifikan. Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab untuk mendukung program-program seperti ini dengan menyalurkan zakat melalui lembaga terpercaya seperti BAZNAS. Dengan begitu, kita tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga membantu mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya.
BERITA06/12/2024 | Kontri : Izzar Editor : Mas
Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik, BAZNAS Sumsel salurkan bantuan modal usaha
Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik, BAZNAS Sumsel salurkan bantuan modal usaha
Palembang - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan kembali salurkan bantuan modal usaha untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik, Rabu (04/12/2024). Bantuan modal usaha disalurkan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan kepada Bapak Zulkarnain yang memiliki usaha martabak di Jalan Pangeran Subakti, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang. Dalam keterangannya Zulkarnain menyampaikan terimakasih kepada BAZNAS Sumsel yang telah memberikan bantuan modal usaha. "Semoga BAZNAS lebih maju dan sukses sehingga lebih banyak masyarakat kecil yang mendapat bantuan juga. Semoga banyak masyarakat yang menitipkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS,” ujar Zulkarnain. Wakil Ketua I BAZNAS Sumsel Kiagus Aminuddin Fauize, SE menyampaikan bahwa, bantuan modal usaha diperuntukan bagi mustahik yang ingin meningkatkan usahanya agar berkembang menjadi lebih baik. “Semoga dengan adanya bantuan ini dapat bermanfaat dan digunakan sebagaimana mestinya untuk meningkatkan perekonomian Bapak Zulkarnain,” ujar Aminuddin. Aminuddin juga menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari muzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS sumsel. “Ini bukti nyata bahwa zakat yang ditunaikan melalui baznas sumsel dikelola dengan baik sehingga memang dirasakan oleh penerima manfaat. Melaui bantuan usaha ini diharapkan mustahik dapat memaksimalkan sebaik mungkin dan nantinya dapat bertansformasi menjadi muzaki sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa kita bantu,” pungkas Aminuddin.
BERITA05/12/2024 | Penulis : Petrawangsyah
Berdayakan Mustahik, BAZNAS Sumsel Gelar Pelatihan Z-Chicken
Berdayakan Mustahik, BAZNAS Sumsel Gelar Pelatihan Z-Chicken
Baturaja - Bertempat di Wisma Ghanesa PT. Semen Baturaja Tbk, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama BAZNAS ogan komering ulu (OKU) dan PT Semen Baturaja Tbk memberikan pelatihan cara membuat ayam goreng krispi bagi 35 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Ogan Komering Ulu, Selasa (04/12/2024). Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan Bapak Ahmad Marjundi, SP., M.Si, menyampaikan bahwa pelatihan ini dilakukan untuk memberikan keterampilan kepada penerima manfaat program Z-Chiken dalam mengola ayam. Dengan Program ini diharapkan nantinya dapat membantu proses transformasi penerima manfaat (mustahik) menjadi muzaki dikemudian hari. Dalam program Z-Chiken, para mustahik dibantu modal usaha dari grobak hingga bahan baku untuk usaha ayam goreng dengan total sebesar Rp.9.500.000 per orang yang bersumber dari dana zakat yang dikumpulkan oleh jajaran PT. Semen Baturaja (SMBR). “Untuk mustahik ini juga nantinya akan diberikan tenaga pendamping dalam menjalankan usaha mereka agar berkembang,” ujar Marjundi. Pelatihan tersebut dihadiri oleh tiga orang pelatih master Z-Chiken untuk mengajar cara membuat ayam goreng krispi kepada para peserta. Direktur utama PT. Semen Baturaja Tbk Suherman Yahya menyampaikan bahwa bantuan program ZChiken ini wujud nyata kepedulian Perusahaan untuk pemberdayaan masyarakan dan membangun kemandirian di sektor usaha. Dikutip dari sumsel.antaranews, Seherman menyampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini wirausaha salah satu Solusi terbaik untuk memulai usaha agar semakin berkembang. “SMBR berkomitmen mendukung Program -program pemberdayaan seperti ini. Kami percaya Bersama – sama kitab isa menciptakan Masyarakat yang lebih mandiri, produktif dan Sejahtera,” ujar Suherman. Kepala divisi perkotaan BAZNAS RI Fidel berharap para peserta dapat belajar sungguh – sungguh memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diajarkan serta berani untuk memulai usaha. “Target dari pelatihan ini para peserta harus bisa dan siap berjualan ayam Z-Chiken. Berdasarkan pengalaman pelaku usaha yang sudah dilatih dan berusaha dengan baik bisa berpenghasilan mencapai Rp.15 Juta Bulan,” pungkas Fidel.
BERITA04/12/2024 | Penulis : Petrawangsyah
BAZNAS RI Dorong Sinergi Zakat untuk Program Peningkatan Kesehatan Nasional  
BAZNAS RI Dorong Sinergi Zakat untuk Program Peningkatan Kesehatan Nasional  
Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam mendukung upaya program prioritas kesehatan nasional dengan memanfaatkan pengelolaan dana zakat secara optimal, serta menjalin kerjasama secara strategis dengan berbagai pihak. Hal ini dikatakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan aidah Sakwan, M.A., dalam acara Rapat Penyusunan Kebijakan Sinergisme Kemitraan Pemerintah dengan Swasta (KPS) serta Penyusunan Laporan KPS yang diadakan Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Kamis (28/11/2024). Saidah menyoroti potensi besar zakat untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. Dalam hal ini, potensi zakat di Indonesia sangat besar, mencapai Rp327 triliun. Namun, pencapaian penghimpunan dana zakat pada tahun sebelumnya baru mencapai Rp32 triliun, dan target tahun ini adalah Rp41 triliun. “Potensi zakat di Indonesia sangat besar, namun pengelolaannya masih perlu dimaksimalkan. BAZNAS sendiri terus berupaya meningkatkan pengumpulan dana zakat dengan mengintegrasikan isu-isu kesehatan ke dalam program-programnya,” jelas Saidah. BAZNAS terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung peningkatan kesehatan nasional. Sebagai bentuk nyata kontribusi, BAZNAS telah meningkatkan alokasi dana kesehatan. Khususnya untuk layanan dasar, tanggap darurat, dan program pengentasan stunting. “Tahun ini, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp148 miliar, naik dari tahun sebelumnya,” ujarnya. Saidah juga menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Pasalnya, program-program seperti integrasi data mustahik, pemberdayaan kesehatan, serta layanan kesehatan preventif dan kuratif menjadi fokus utama BAZNAS dalam membantu masyarakat kurang mampu. Menurutnya, zakat memiliki nilai syar’i yang relevan dengan upaya menjaga kesehatan, yang sejalan dengan maqashid syariah. Dengan pengelolaan yang tepat, zakat tidak hanya menjadi solusi bagi masalah kesehatan, tetapi juga membantu mengatasi kemiskinan dan kelaparan di Indonesia. “BAZNAS juga terus membuka ruang kolaborasi untuk memperluas dampak program kesehatan, khususnya dalam mendukung agenda prioritas pemerintah terkait kesehatan dan perlindungan sosial,” tegasnya.
BERITA03/12/2024 | Penulis : Akram Editor : Ayu Rachmanigtyas
Tingkatkan kualitas kehidupan mustahik, BAZNAS Sosialisasikan Program Z-Chicken
Tingkatkan kualitas kehidupan mustahik, BAZNAS Sosialisasikan Program Z-Chicken
Palembang - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan Sosialisasikan program Z-Chicken kepada mustahik di wilayah Kota Palembang, Jumat (29/11/2024). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua II Kepala Pelaksana, Satuan Audit Internal, serta Kabid Pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS Sumsel serta seluruh penerima manfaat Z-Chicken. Wakil Ketua II BAZNAS Sumsel Edi Purnomo, ST menyebutkan Program Z Chicken merupakan salah satu upaya dalam peningkatan kualitas kehidupan mustahik di Provinsi Sumatera Selatan. Z Chicken ini bentuknya hibah seluruhnya pada mustahik, berupa seluruh peralatan kerja, modal, Training pendampingan. Jadi kami akan menyediakan pendamping yang setiap hari akan mendampingi kinerja dari teman-teman, ujarnya Edi. Ia menambahkan program itu bertujuan memberdayakan ekonomi umat melalui usaha kuliner berbasis ayam goreng yang dikelola oleh para mustahik atau penerima zakat. Edi berharap kepada penerima manfaat untuk memaksimalkan program ini dan terus berlanjut ditahun tahun berikutnya. Besar harapan kami supaya penerima manfaat program z-chicken ini dapat memaksimalkan dengan sebaik mungkin adanya program z-chicken ini, pungkas Edi. Menambahkan apa yang disampaikan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sumsel, Hendra Praja selaku Kepala Pelaksana BAZNAS Sumsel menambahkan bahwa Baznas menyediakan pelatihan, modal usaha, dan dukungan pemasaran bagi para peserta, serta dibekali dengan keterampilan mengolah ayam goreng berkualitas, teknik pemasaran, serta manajemen keuangan sederhana. Semua yang diberikan itu berupa alat bahan sampai pelatihan. Kami berharap program ini tetap terjaga agar dapat menyejahterakan umat, pungkas Hendra.
BERITA02/12/2024 | Humas
Optimalkan Pengumpulan Zakat, BAZNAS Sumsel sambangi RRI Palembang
Optimalkan Pengumpulan Zakat, BAZNAS Sumsel sambangi RRI Palembang
Palembang - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan kembali melakukan sosialisasi bersama Radio Republik Indonesia (RRI) Palembang mengenai optimalisasi pengumpulan zakat, Jumat (29/11/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua I, Kepala Bidang Penghimpunan serta Staf Pelaksana BAZNAS Sumsel. Hadir juga dalam kegiatan tersebut kepala RRI Palembang serta seluruh pegawaiRRI Palembang. Selain untuk menjaga tali silahturahmi, Kegiatn ini bertujuan untuk membahas pengumpulan Zakat, Infak dan Sedekah melalui Unit Pengumpul Zakat yang akan dibentuk dilingkungan RRI Palembang. Wakil Ketuau I BAZNAS Sumsel Kiagus Aminuddin Fauzie, SE menjelaskan bahwa BAZNAS memberikan fasilitas kemudahan kepada muzaki yang akan menunaikan zakatnya, selain itu setiap muzakki yang menunaikan zakatnya melalui Baznas akan mendapatkan bukti setor zakat dan NPWZ. Bukti setor zakat bisa digunakan sebagai lampiran pengurang penghasilan kena pajak (pph) sesuai Undang Undang, Ujar Amin. Selain itu Aminuddin menyampaikan bahwa zakat yang diterima oleh BAZNAS Prov. Sumsel akan disalurkan kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat) melalui program yang dimiliki oleh BAZNAS. Menambahkan apa yang telah disampaikan Wakil Ketua I BAZNAS Sumsel, Supriyadi sebagai Kepala Bidang Penghimpunan BAZNAS Sumsel menambahkan bahwa perlunya dibentuk Unit Pengumpul Zakat dilingkungan RRI Palembang. Dalam Peraturan BAZNAS (PERBAZNAS) Nomor 02 Tahun 2016 tentang pembentukan dan tata kerja Unit Pengumpul Zakat, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan dapat membentuk UPZ pada instansi pemerintah, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, perusahaan swasta, atau tempat lainnya. Imbuh Supri. Selain itu, Supri juga menambahkan keutamaan adanya unit pengumpul zakat Dengan menjadi UPZ BAZNAS, instansi/lembaga secara hukum sudah sah bertindak melakukan kegiatan pengumpulan zakat berdasarkan SK (Surat Keputusan) Ketua BAZNAS dalm hal ini Legalitasnya telah diakui, lalu yang kedua yaitu standarisasi kualitas. Dengan menjadi UPZ, operasional UPZ telah distandarisasi sesuai prinsip pengelolaan zakat yang benar. Ketiga adalah Optimalisasi Pelayanan. Pelayanan yang diberikan oleh UPZ BAZNAS semakin optimal dengan adanya kewenangan memberikan Bukti Setor Zakat (BSZ) yang dicetak oleh BAZNAS, sehingga upaya menanggulangi kemiskinan melalui pendayagunaan ZIS dapat terukur dengan jelas. tambah Supri. Sosialisasi yang dilaksanakan mendapat antusias yang positif dari peserta yang terdiri dari para staf dan pegawai RRI Palembang. Kepala RRI Palembang Rahma Juwita, S.Sos., M.Si sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Suatu kabar yang baik dan bermanfaat haruslah kita sampaikan bersama, tentu kami sangat mendukung dan semoga UPZ kami akan segera terbentuk, ujar Rahma.
BERITA29/11/2024 | Humas
BAZNAS Luncurkan Buku Inspiratif Perjalanan Para guru di Papua
BAZNAS Luncurkan Buku Inspiratif Perjalanan Para guru di Papua
Sebagai bentuk memperingati Hari Guru Nasional, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan buku inspiratif yang menceritakan perjalanan para guru di Tanah Papua. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad mengatakan buku yang bertajuk “Mengajar di Batas Negeri: Kisah Inspiratif Mengajar di Papua" menunjukan peran zakat dalam mendukung pendidikan. Menurutnya, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan guru, sekaligus mendukung visi pembangunan SDM Indonesia untuk masa depan. Serta menjadi sumber inspirasi, tidak hanya menjadi para guru, namun juga bagi masyarakat luas dalam memahami perjuangan pendidikan di wilayah terpencil. “Terutama di daerah yang membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya dalam keterangannya. Melalui kanal YuuTube BAZNAS TV, Senin (25/11/2024) peluncuran melibatkan berbagai pihak termasuk Ketua BAZNAS RI, pimpinan bidang pendistribusian, dan perwakilan perguruan tinggi dari Papua. Dia menegaskan, BAZNAS juga berperan dalam mendorong kemajuan pendidikan di Papua melalui program beasiswa yang juga menggandeng tiga perguruan tinggdi di wilayah tersebut. Program ini mencakup bantuan pembiayaan dan pendampingan oleh mentor, yang telah berjalan selama empat semester. “Buku ini menjadi hasil nyata dari pengalaman para penerima manfaat beasiswa di Papua,” tegasnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA mengatakan, buku kisah inisiatif ini merupakan wujud kepedulian terhadap akses pendidikan yang merata. Dia menegaskan, program ini lahir dari semangat untuk memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa memandang asal dan usulnya. "Jihad dan perjuangan yang dilakukan oleh guru maupun calon guru di Papua menjadi bagian dari semangat kita untuk membangkitkan dan memajukan Indonesia," ucap Saidah. Perwakilan IAIN Fattahul Muluk Papua menambahkan bahwa buku ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengalaman, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya pendidikan berkualitas dalam membangun masa depan yang lebih baik, khususnya di Papua. "Buku ini tidak hanya menginspirasi para guru, tetapi juga menjadi pengikat bagi kita semua, khususnya pengambil kebijakan baik di tingkat daerah maupun nasional tentang pentingnya pendidikan berkualitas untuk generasi masa depan yang lebih baik," jelasnya.
BERITA28/11/2024 | Penulis : Raeihan Ramadhan Editor : Ayu Rachmaningtyias
Ketua MPR RI Salurkan Bantuan Rp250 Juta Melalui BAZNAS untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi
Ketua MPR RI Salurkan Bantuan Rp250 Juta Melalui BAZNAS untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani, menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp250 juta kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan secara simbolis dilakukan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (25/11/2024). Dalam acara tersebut, hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, Rahmat Mirzani Djausal, serta Ketua Umum Asosiasi Peternakan Pelindung Sapi Indonesia (APPSI) H. Dadang. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. Noor Achmad MA mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan H. Ahmad Muzani yang kembali memberikan donasi melalui BAZNAS. Ia menyebut bahwa ini merupakan kali ketiga Ahmad Muzani menyalurkan bantuan melalui lembaga tersebut, setelah sebelumnya mendukung korban bencana di Palestina dan Sumatera Barat. Donasi ini akan disalurkan melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang dikenal andal dalam membantu masyarakat terdampak bencana, baik di dalam maupun luar negeri. "BTB adalah program BAZNAS yang memiliki ketangguhan teruji, sering bekerja sama dengan BNPB. BTB selalu hadir dalam setiap bencana. Dan Insya Allah, amanah ini akan kami salurkan dengan sebaik-baiknya," pungkas Kiai Noor. Ketua BAZNAS menyatakan bahwa dana ini akan digunakan untuk membangun kembali fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan rumah sakit di wilayah terdampak, serta menyediakan hunian sementara atau tetap bagi korban bencana. Selain itu, penyerahan bantuan ini sekaligus menandai dimulainya penggalangan dana resmi oleh BAZNAS untuk bencana Gunung Lewotobi. Kiai Noor berharap inisiatif ini mendorong partisipasi masyarakat luas untuk ikut membantu. Dalam sambutannya, Ahmad Muzani memuji BAZNAS sebagai lembaga terpercaya yang mampu mengelola bantuan kemanusiaan dengan baik. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut serta memberikan dukungan kepada korban bencana melalui infak dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS. "Gotong royong dan saling membantu adalah tradisi bangsa kita. BAZNAS telah menjadi jembatan yang terpercaya untuk menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan," ucap Ahmad Muzani. Ahmad Muzani menyebut bahwa dana bantuan tersebut bersumber dari hasil penjualan sapi. Ia berharap kontribusi ini dapat menginspirasi masyarakat untuk melihat potensi nilai ekonomi yang dapat disalurkan menjadi manfaat bagi sesama melalui lembaga yang amanah seperti BAZNAS. "Semua bantuan yang kami berikan bersumber dari hasil penjualan sapi. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat bahwa sapi memiliki nilai yang tinggi, dan melalui BAZNAS, hasil tersebut dapat disalurkan menjadi amal yang bermanfaat. Kami percaya BAZNAS adalah lembaga yang amanah, sehingga kita semua dapat menitipkan amal terbaik untuk membantu mereka yang membutuhkan," jelasnya. Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa gotong royong adalah kunci membantu saudara-saudara kita di masa sulit. Dengan bersama-sama, kita bisa meringankan beban mereka yang terdampak bencana, tutupnya.
BERITA27/11/2024 | Penulis : Putri Nadhila Editor: Novan
Wakaf & Zakat Fun Run 2024: Kolaborasi BWI, Kemenag, dan BAZNAS Mengajak Masyarakat Berolahraga Sambil Berbagi
Wakaf & Zakat Fun Run 2024: Kolaborasi BWI, Kemenag, dan BAZNAS Mengajak Masyarakat Berolahraga Sambil Berbagi
Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kementerian Agama (Kemenag) RI, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggagas acara Wakaf dan Zakat Fun Run (Waqf Run) 2024, yang akan berlangsung pada 22 Desember 2024 di Jakarta. Acara ini bertujuan untuk mendorong masyarakat lebih aktif dalam berolahraga sekaligus memperkenalkan pentingnya wakaf dan zakat sebagai instrumen kesejahteraan. Mengusung tema "Sehat Bersama, Wakaf dan Zakat untuk Sesama, demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045", kegiatan ini berharap bisa meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam hal wakaf dan zakat. Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, Ketua BWI sekaligus Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, menyatakan bahwa acara ini merupakan langkah penting dalam mengedukasi masyarakat dengan cara yang menyenangkan. "Wakaf dan Zakat adalah dua instrumen besar untuk kesejahteraan umat. Dengan kolaborasi lintas lembaga, kami yakin kesadaran masyarakat akan semakin meningkat," ujar Prof. Kamaruddin. Selain itu, peserta akan diberi kesempatan untuk melakukan wakaf uang melalui aplikasi Satu Wakaf. Acara ini ditargetkan diikuti oleh 1.500 peserta, yang terdiri dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat umum dan pengelola wakaf dan zakat. Selain berolahraga, peserta dapat berbagi keberkahan melalui kontribusi wakaf dan zakat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga sebagai ajang pemberdayaan ekonomi umat. “Wakaf dan zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi untuk pemberdayaan ekonomi umat. Lewat Waqf Run 2024, kami ingin menyampaikan pesan bahwa berwakaf dan berzakat bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan penuh semangat,” ujarnya. Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA memiliki harapan, kegiatan Waqf Run 2024 dijadikan sebuah momen kebersamaan untuk menciptakan Indonesia yang sehat serta lebih berdaya. “Saatnya kita bersatu dalam langkah dan tujuan, menjadikan wakaf dan zakat sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan umat,” pungkas Prof. Ahmad. Sebagai bagian dari dukungan terhadap kampanye literasi digital wakaf dan zakat, Waqf Run 2024 juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem sosial yang berkelanjutan di Indonesia, dengan hiburan musik dan kegiatan seru yang turut meramaikan acara. Timeline kegiatannya sebagai berikut: * 12 November 2024 - 15 Desember: Pendaftaran dibuka secara daring melalui bit.ly/waqfrun2024. * 20–21 Desember 2024: Pengambilan race kit. * 22 Desember 2024: Hari pelaksanaan mulai pukul 06.00 hingga 11.30 WIB. Ayo, ikuti rangkaian acaranya dengan biaya pendaftaran Rp150.000 dan sudah termasuk wakaf minimal Rp50.000.
BERITA27/11/2024 | penulis : ilham dan editor : novan
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sumatera Selatan.

Lihat Daftar Rekening →