WhatsApp Icon

BAZNAS Sumsel Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pemberdayaan Bersama LLDIKTI Wilayah II

20/02/2026  |  Penulis: Humas Baznas Sumsel

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Sumsel Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pemberdayaan Bersama LLDIKTI Wilayah II

BAZNAS Sumsel Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pemberdayaan Bersama LLDIKTI Wilayah II

Palembang, 20/02/2026 – BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan audiensi strategis bersama LLDIKTI Wilayah II yang berlangsung di Ruang Sidang LLDIKTI Wilayah II, Palembang. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi program pemberdayaan berbasis perguruan tinggi Swasta Sumatera Selatan.

Audiensi diketuai oleh Dr. Chandra Satri, SE., M.Si., CSRS., CWC selaku Wakil Ketua I BAZNAS Sumsel dan dihadiri oleh Syamsul Alwi, S.Sos.I., M.Si. selaku Wakil Ketua II, Ali Imron, SE., S.Pd.I. selaku Wakil Ketua III, serta H. Ahmad Bakri, S.Ag., M.Si. selaku Wakil Ketua IV. Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS Sumsel disambut langsung oleh Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc. selaku Kepala LLDIKTI Wilayah II.

Dalam pemaparannya, Wakil Ketua I BAZNAS Sumsel Dr. Chandra Satri menjelaskan bahwa seluruh program BAZNAS dilaksanakan berdasarkan landasan hukum nasional dan prinsip syariah yang kuat. Ia memaparkan legalitas pengelolaan zakat baik secara regulatif maupun syar’i, sekaligus menyampaikan arah kebijakan strategis BAZNAS Sumsel yang dirumuskan melalui lima pilar utama.

Kelima pilar tersebut meliputi Sumsel Cerdas (bidang pendidikan), Sumsel Sehat (layanan kesehatan), Sumsel Makmur (pemberdayaan ekonomi), Sumsel Takwa (dakwah dan pembinaan keagamaan), serta Sumsel Peduli (bantuan sosial dan kebencanaan). Menurutnya, pendekatan ini menjadi bentuk komitmen BAZNAS Sumsel dalam menghadirkan pemberdayaan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Selanjutnya, Wakil Ketua II BAZNAS Sumsel Syamsul Alwi menyampaikan bahwa dalam bidang pendidikan, BAZNAS Sumsel telah menjalankan program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu.

Ia juga menambahkan bahwa dalam bidang pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Sumsel mengembangkan program ZChicken sebagai salah satu model pemberdayaan mustahik berbasis usaha kuliner. Program tersebut saat ini telah tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Selatan sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Program ZChicken ini tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga pendampingan dan pembinaan agar mustahik dapat berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri. Saat ini program tersebut sudah tersebar di beberapa kabupaten di Sumatera Selatan,” ujar Syamsul Alwi, S.Sos.I., M.Si.

Di bidang ekonomi melalui program Sumsel Makmur, saat ini terdapat sekitar 70 mustahik di Kota Palembang dan 70 mustahik di wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang telah menerima bantuan stimulan usaha. Namun demikian, diperlukan penguatan dalam aspek pendampingan legalitas usaha, manajemen keuangan, serta pengembangan bisnis agar pemberdayaan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Sumsel H. Ahmad Bakri, S.Ag., M.Si. menyampaikan bahwa peran BAZNAS dapat diibaratkan sebagai saluran yang menghimpun amanah dari para muzaki untuk kemudian mendistribusikannya secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap melalui sinergi dengan LLDIKTI, BAZNAS dapat memperoleh arahan dan masukan strategis terkait potensi sumber daya yang dapat dihimpun serta skema penyaluran yang tepat sesuai kapasitas dan jejaring perguruan tinggi di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah II.

Menanggapi paparan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc menyampaikan apresiasi atas program-program strategis yang ditawarkan. Ia menilai berbagai program seperti daerah binaan, satu desa satu sarjana, hingga pembinaan koperasi Merah Putih memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan dengan perguruan tinggi.

Prof. Iskhaq juga menekankan pentingnya pembentukan dan penguatan Unit Pengelola Zakat (UPZ) di lingkungan kampus sebagai pintu masuk sinergi kelembagaan. Menurutnya, UPZ tidak hanya berfungsi sebagai penghimpun zakat, tetapi juga dapat menjadi mitra dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan tridharma perguruan tinggi.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini dapat diselaraskan dengan program LLDIKTI Wilayah II, termasuk program UMKM Mandiri Batch ke-6 yang setiap batch membina 10–20 pelaku UMKM dalam aspek legalitas usaha, tata kelola keuangan, promosi, hingga penguatan kemasan produk. Peluang kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dan fasilitasi jejaring kemitraan juga terbuka untuk memperkuat implementasi program.

“Payung itu tidak bisa menghentikan hujan, tetapi payung bisa menjaga orang di dalamnya dari hujan. Sinergi ini menjadi penguat bersama dalam membangun masyarakat,” ujar Prof. Iskhaq.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antara BAZNAS Sumsel dan LLDIKTI Wilayah II, tidak hanya dalam pembentukan UPZ di perguruan tinggi, tetapi juga dalam melahirkan program kolaboratif yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kemandirian ekonomi masyarakat Sumatera Selatan

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat