Gubernur Sumatera Selatan resmi melakukan penyerahan zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sumsel yang diiringi dengan penyerahan zakat oleh seluruh pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel. Pelaksanaan pembayaran zakat Gubernur Sumsel dan jajaran diselenggarakan oleh BAZNAS SUMSEL di Griya Agung Palembang, Kamis (31/5).

Acara Gubernur Berzakat dengan tema "Keteladanan Pemimpin dalam ber Zakat" dirangkai dengan penandatanganan MoU dan PKS antara BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan tentang iuran BPJS Kesehatan bagi fakir dan miskin serta iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, bahwa potensi zakat di Sumatera Selatan mencapai Rp2 triliun, tetapi yang baru terhimpun di BAZNAS SUMSEL baru sekitar Rp70 milyar.

“Bukan umat kita tidak membayar zakat, tapi mereka membayar zakat di berbagai tempat. Seandainya patuh pada Undang - Undang No. 23 Tahun 2011 dengan membayar hanya di BAZNAS. Kan besar sekali potensi Rp2 triliun itu. Dana itu bisa digunakan untuk membantu seluruh rakyat miskin Sumsel membayar BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat Sumsel untuk membayar zakat di BAZNAS agar dana tersalurkan tepat sasaran.

“Saya mengimbau, ayo seluruh warga muslim Sumsel, bayarlah zakat di BAZNAS untuk kepentingan umat dan untuk kepentingan kita semua,” ajak mantan Bupati Musi Banyuasin ini.

Ketua BAZNAS Provinsi Sumsel, Najib Haitami mengatakan, kegiatan ini sudah ada edaran dari Presiden. Pada hari Senin, 28 Mei 2018 Presiden sudah menyerahkan zakatnya kepada BAZNAS RI dan diikuti oleh seluruh menteri.

“Ini zakat mal, zakat yang terkumpul selama satu tahun dari tabungan dan emas yang tersimpan, kemudian dihargakan dengan harga sekarang. Maka 2,5% dari harga tersebut diserahkan zakatnya pada hari ini. Mereka yang berzakat di BAZNAS tidak hanya pegawai pemerintahan tapi juga orang kaya dan individu. Jumlahnya pun meningkat setiap tahun,” ujar Najib Haitami.

Di samping itu, BAZNAS juga telah mengadakan MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan untuk menyalurkan dana zakatnya.

“Jadi nanti kalau ada masyarakat yang tidak mampu untuk berobat, kita buatkan kartu BPJS Kesehatan dan kita bayarkan agar mereka berobat gratis, begitu juga dengan tenaga kerja yang tidak mampu,” katanya.

Sehubungan dengan BPJS, Plh Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Andi Ashar menjelaskan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pihaknya dengan BAZNAS Sumsel untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Jadi ini menindaklanjuti MoU tahun sebelumnya dimana dari BAZNAS mendaftarkan mustahik yang tidak mampu dan fakir miskin ke dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). BAZNAS telah mendaftarakan 118 peserta/mustahik ke dalam program JKN. Mereka akan mendapat manfaat dari program tersebut berupa BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) baik dari tingkat pertama maupun rujukan,” terang Andi.

                

7243

(11 Mei 2018) - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan tidak hanya mengumpulkan dana Zakat, Infaq dan Shadaqah tetapi ikut berupaya mencerdaskan  anak bangsa, salah satunya melalui kepedulian terhadap pendidikan generasi muda. Belum lama ini tepatnya bulan Maret dan April diadakan seleksi terhadap 13 peserta yang akan dibiayai untuk melanjutkan pendidikan ke SMP Cendekia BAZNAS di Bogor.

“Hasilnya ada dua yang lulus atas nama Alif Muhammad Rizan dan Early Nayla Putri yang mendapatkan full beasiswa dari BAZNAS,” kata Ketua BAZNAS Prov.Sumsel Drs. H. Najib Haitami, MM didampingi staf Humas, Hendra, kemarin.

Ditegaskannya seleksi untuk mencari penerima beasiswa ini sangat ketat. Awalnya BAZNAS membuka penerimaan siswa baru SMP Cendekia. Lalu, para peserta mendaftarkan diri. Setelah itu ada seleksi. Mulai dari seleksi administrasi, tertulis, psikotes, wawancara hingga verifikasi faktual dengan datang langsung ke kediaman peserta,”bebernya.

Nah, Alif dan Early yang lulus dinilai sebagai yang paling layak untuk mendapatkan beasiswa dari BAZNAS. “Yang satu merupakan anak yatim dan satu nya lagi anak tukang ojek. Mereka bisa mengaji karena itu memang jadi salah satu syarat,” tutur Najib.

Kedua pelajar ini akan menuntut ilmu di SMP Cendekia dengan pembiayaan penuh hingga tamat dengan dana zakat yang dikumpulkan BAZNAS, “Jika keduanya berprestasi maka beasiswa ini akan dilanjutkan hingga ke bangku Perguruan Tinggi,” tandasnya.

765

     BAZNAS Prov. sumsel maenyalurkan bantuan kesehatan untuk para mustahik Fakir Miskin yang bekerjasama dengan DINKES Sumsel dan DINKES Banyuasin melalui program “SUMSEL SEHAT” untuk pembangunan jamban bagi para mustahik di desa Banyuasin.

 

       BAZNAS prov. Sumsel menyalurkan bantuan sebesar Rp. 141.387.000,- untuk 102 unit pembuangan pembuangan air sehat (jamban) ke Dinas Kesehatan Kab. Banyuasin dan diterima langsung oleh Basarul selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat DINKES Banyuasin Basarul mengatakan bahwa 75 persen wilayah Kabupaten Banyuasin adalah perairan, selain itu faktor kemiskinan, rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengelola limbah cair rumah tangganya ke tangki saptic untuk mengakses jamban yang sehat masih sulit karena warga Banyuasin lebih memilih membuang tinja ke tempat seperti sungai, sawah, selokan, lubang galian terbuka dan lainnya. “Karena keterbatasan dana membangun MCK di rumah masing – masing makanya membuang tinja di sembarang tempat,” ujarnya.

     Salah satu yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut dengan sistem Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Namun kenyataannya, sebagian masyarakat belum mampu untuk membangun jamban sehat secara swadaya. Maka untuk mencapai akses sanitasi diperlukan sarana fisik bagi masyarakat yang benar – benar tidak mampu maka dari itu dinas kesejatan bekerjasama dengan BAZNAS Prov. Sumsel untuk membantu mustahik tersebut.

6430

 

PENDAFTARAN BEASISWA SMP CENDEKIA BAZNAS
Telah Dibuka:
Link Pendaftaran Online : http://bit.ly/RegisterSCB 

Sekolah inklusi tingkat SMP, bebas biaya dan berasrama untuk putra-putri terbaik Indonesia, yang berada di bawah pengelolaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

SMP Cendekia BAZNAS membuka pendaftaran calon siswa baru Angkatan II tahun ajaran 2018/2019. Masa pendaftaran dimulai 1 Januari s/d 26 Januari 2018

Persyaratan dan teknis pendaftaran klik : 
https://www.cendekiabaznas.sch.id/penerimaan-siswa-baru-sekolah-cendekia-baznas/
 
Kontak Pendaftaran
Panitia Seleksi Penerimaan Siswa Baru SMP Cendekia BAZNAS


šŸŒŽwww.cendekiabaznas.sch.id
www.sumsel.baznas.go.id
āœ‰ Email : baznasprov.sumsel@baznas.go.id
šŸ“ž Telp. 0711 360 966
šŸ“± 0852 795 888 06 (Supriyadi)/ 0812 5196 5551 (taufik) / 0852 67277644 (fitri)

999

Kepedulian Gubernur Sumatera Selatan (SumSel) Alex Noerdin terhadap peningkatan zakat mendapat penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).


Penghargaan tersebut diterima Gubernur Alex Noerdin, Jumat (15/12) di asrama haji Sumsel. dari BAZNA. Orang nomor satu di Sumsel tersebut menerima BAZNAZ Award 2017 untuk kategori penghargaan khusus Gubernur Pendukung Kebangkitan Zakat yang diserahkan Wakil Ketua BAZNAS Emmy Hamidiyah.

Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mendapatkan penghargaan sebagai Gubernur Pendukung Kebangkitan Zakat dalam program Baznas Award 2017.

 

"Alhamdulillah hari ini usaha kita berbuah manis. Alex menambahkan apa yang telah dilakukannya memang sudah menjadi kewajibannya sebagai kepala daerah.

 

Baznas memberikan penghargaan bagi pegiat zakat yang dinilai mendukung kebangkitan zakat nasional.

2417

Kemarin hari senin tanggal 13/11/2017 TIM BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Prov. SUMSEL yang di wakili Wakil Ketua II Bag. Pendistribusian Idham, S.Ag menyerahkan bantuan baju bekas layak pakai untuk warga yang terkena musibah dan uang santunan untuk keluarga korban bencana tersebut untuk mengurangi beban penduduk setempat.

Idham, S.Ag mengatakan bantuan ini sebagai bentuk  kepedulian dari BAZNAS Prov. SUMSEL untuk membantu mengurangi beban masyarakat yang terkena musibah dan juga beliau meminta masyarakat yang tertimpa musibah harap bersabar karena musibah merupakan ujian yang harus dihadapi dan diterima dan pasti ada hikmahnya.

Musibah tanah longsor yang di awali hujan deras menyebabkan bencana longsor dan banjir bandang di Kecamatan Sungai Are Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Provinsi Sumatera Selatan pada Kamis (9/11/2017).

Sebanyak enam orang warga Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan meninggal dunia dan empat orang luka-luka akibat bencana alam tanah longsor yang terjadi di wilayah itu . Longsor ini merupakan dampak dari tingginya intensitas hujan sejak dua hari terakhir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan Doni Agusta mengatakan, tingginya intensitas hujan sejak pukul 14.00 WIB menyebabkan tanah longsor yang menimbun rumah Hatam (70) warga Desa Cokohnau Kecamatan Sungai Are hingga meninggal dunia. "Sedangkan istri korban Satam (55) serta menantunya Zulkardi (28) mengalami luka berat karena saat terjadi longsor berada di dalam rumah," katanya.

Selanjutnya kata dia, bencana longsor susulan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di Desa Sedau Jaya. Longsor menimbun satu rumah warga yang dihuni tujuh orang tersebut. Lima di antaranya meninggal dunia atas nama Riswandi (40) beserta istrinya Susmita (35) serta ketiga anaknya Angga (7), Rifki  (4) dan Alex (9).

"Sedangkan dua anak korban lainnya yaitu Iprianto (20) dan Juwita (12) mengalami luka ringan hingga menjalani perawatan di puskesmas terdekat ," jelasnya.

1927

Tak hanya membantu modal usaha katering melalui program SUMSEL Makmur. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumsel melalui program Sumsel Sehat memberikan bantuan dengan menanggung biaya angsuran BPJS Keluarga Dimas yang di vonis mengidap kanker jinak selama satu tahun.

Wakil ketua II BAZNAS Sumsel Idham S.Ag didampingi Wakil Ketua III Drs. H. Ardi Husin mengungkapkan, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi Dimas. Karena itu, dengan cepat tim langsung mendatangi keluarga Dimas untuk memberikan bantuan modal usaha kepada keluarganya dan BPJS Kesehatan kelas 2 untuk Dimas. “Dia kan akan melakukan operasi di Jakarta. Jadi sangat penting sekali untuk berobat,” terangnya kemarin.

Sebenarnya bantuan untuk penderita tumor jinak baru pertama kali dilakukan dan saat ini pihaknya juga sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk membantu 500 peserta BPJS Kelas 3 dari keluarga kurang mampu yang belum ditanggung pemerintah.

“Mudah-mudahan dengan cara ini nantinya dapat menggugah masyarakat menyalurkan bantuannya kepada Dimas melalui BAZNAS Sumsel, baik itu infak sayaq maupun infaq muqayat karena Dimas masih membutuhkan biaya operasi di Jakarta,” lanjutnya.

Titin, ibu Dimas, berterima kasih atas bantuan tersebut. ‘Sudah sejak lahir Dimas mengalami kanker jinak dan sudah sembilan kali menjalani operasi. Untuk pengobatannya selama ini kami mengandalkan hasil jualan katering di pasar 16 ilir,” tandasnya.

452

Sedikitnya 23 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggalnya paska kebakaran hebat yang melanda pemukiman padat penduduk tepatnya di GG Kejutan dan GG Teratai RT 32, Rw 06 Kelurahan Kemang Agung, Kertapati Palembang, Jum’at (09/6).

Untuk mengurangi beban penduduk setempat BAZNAS SUMSEL yang di wakili Ketua BAZNAS Drs. H. Najib Haitami, MM menyerahkan bantuan satu set kompor gas untuk membantu para korban kebakaran tersebut.

Ketua BAZNAS Drs. H. Najib Haitami, MM mengatakan bantuan ini sebagai bentuk  kepedulian dari BAZNAS untuk membantu mengurangi beban musibah yang menimpa warga tersebut. Ketua BAZNAS Drs. H. Najib Haitami, MM, meminta masyarakat yang tertimpa musibah harap bersabar karena musibah merupakan ujian yang harus dihadapi dan diterima.

“Di balik musibah pasti ada hikmahnya, oleh karenanya kepada korban kebakaran yang telah tidak ada tempat tinggal, mohon banyak bersabar. Terkait bantuan semoga bermanfaat dan jangan dilihat dari nilainya, tetapi terimalah sebagai bentuk kepedulian kami,” ujarnya, Jum’at (09/6).

Seperti diketahui, sebanyak 24 rumah di  GG Kejutan dan GG Teratai RT 32, Rw 06 Kelurahan Kemang Agung, Kertapati Palembang, ludes dilalap si jago merah. Dalam musibah yang terjadi Jum’at (19/5) pagi itu, sebanyak 23 KK kehilangan tempat tinggal dan Beruntung 90 jiwa yang menghuni rumah itu bisa selamat dari kobaran api.

 

 

 

5519

 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumatera Selatan pada 2017 akan menyalurkan zakat kepada mereka yang berhak menerima yaitu para mustahiq.

“BAZNAS Sumsel akan terus mengumpulkan zakat. Zakat yang terkumpul sejak Januari sampai saat ini akan disalurkan kepada sekitar 2.375 mustahiq atau yang berhak menerima zakat,'' ungkap Ketua BAZNAS Sumsel, Najib Haitami, Kamis (15/6). 

Najib Haitami mengungkapkan, mustahiq yang menjadi sasaran BAZNAS Sumsel adalah fakir miskin, guru mengaji dan marbot masjid. ''Zakat yang kita berikan itu berupa uang,” ucapnya saat diwawancarai disela pemberian zakat di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis (15/6)


Selain itu menurut Najib Haitami, BAZNAS Sumsel juga menyalurkan bantuan kepada 100 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang yang memiliki akreditasi A di Sumsel, diantaranya Universitas Sriwijaya (UNSRI),  Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Universitas Tridinanti dan Universitas Bina Darma yang masuk dallam program Sumsel Cerdas yaitu Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS)


“Mahasiswa yang berhak menerima bantuan dari BAZNAS syaratnya dari keluarga yang tidak mampu dan dalam keluarga tersebut belum ada sarjananya. Kita akan penuhi kebutuhan mahasiswa hingga selesai” kata Mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumsel.

Ketua BAZNAS Sumsel H Najib Haitami mendampingi Plt Sekda Sumsel Joko Imam Sentosa menyerahkan dana zakat secara simbolis yang berlangsung di Gedung Auditorium Bina Praja Provinsi Sumsel
BAZNAS Sumsel menargetkan pengumpulan zakat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel bisa mencapai target 100 persen.

“Ada sekitar 7.000 orang lebih PNS yang ada di Pemprov Sumsel, jika saja yang muslim 80 persen dari jumlah PNS tersebut kita kalikan Rp 85.000 perorang dari PNS maka kita bisa memprediksi pengumpulan dana zakat bisa mencapai Rp 500 juta lebih,” ujar Najib Haitami.


Untuk bisa menghimpun zakat dari PNS dan masyarakat, BAZNAS Sumsel terus gencar melakukan sosialisasi mengenai keberadaan, peran dan fungsi BAZNAS Sumsel dalam lingkup Pemprov Sumsel.

Sementara itu menurut Asisten Administrasi dan Umum Pemprov Sumsel merangkap Plt. Sekda Prov. Sumsel, Joko Imam Santosa, sosialisasi tentang tugas BAZNAS sangat diperlukan mengingat masih banyak PNS yang lupa dan tidak tahu mengenai peran BAZNAS. “BAZNAS itu bukan saja hanya mengumpulkan dan mengambil dana zakat tetapi juga pendistribusian hasil pengumpulan zakat.,” katanya.


Menurut Joko, rencananya semua PNS muslim di Pemprov Sumsel yang berjumlah sekitar 7.046 orang akan menjadi target untuk membayar zakat ke BAZNAS, tujuannya juga untuk membersihkan harta dan gaji yang diterima PNS tersebut. 

 

8920

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) bersama pejabat Eselon I, II dan III di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumsel. Zakat itu, untuk selanjutnya salurkan langsung kepada yang berhak menerima.

Penyerahan zakat langsung diserahkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang diterima Ketua BAZNAS Sumsel Najib Haitami, Selasa (20/6) di Griya Agung. Menurut Najib Haitami, berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Sumsel tahun 2016 tentang zakat penghasilan infak dan sodakoh bagi pejabat dan staf di lingkungan pemprov Sumsel disalurkan melalui BAZNAS.

“Hari ini, dari 34 pemerintah Provinsi di Indonesia, Provinsi Sumatera Selatan merupakan Provinsi yang pertama kali menyerahkan zakat melalui BAZNAS. Selaku Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Alex Noerdin yang telah memberikan teladan kepada seluruh jajarannya untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS,” kata Najib.


Menurut Najib, untuk dana zakat dan infak yang terkumpul melalui BAZNAS Provinsi Sumsel disalurkan kepada orang-orang yang memang berhak menerima. “Melalui rencana kerja anggaran tahun 2017 BAZNAS Provinsi Sumsel disalurkan ke berbagai Program BAZNAS Sumsel, antara lain, Program Sumsel cerdas yakni program yang bersifat pendayagunaan mustahiq dengan memberikan bantuan kepada para dhuafa dalam bentuk penunjangan pendidikan,” ujar mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel. 


Najib menjelaskan, selain program Sumsel cerdas juga ada program Sumsel Peduli merupakan program yang bersifat konsumtif. Kemudian ada program Sumsel Sehat yang memberikan bantuan dalam hal menunjang  program sanitasi, juga ada program Sumsel Taqwa yaitu program dalam bentuk pembinaan kualitas keberagamaan dan program Sumsel Makmur yang membantu fakir miskin agar lebih sejahtera dan dalam rangka penanggulangan kemiskinan di Sumsel.

 


Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan, zakat  merupakan satu kewajiban yang harus dibayar. Di Indonesia saja ada sekitar kurang lebih 250 juta penduduk yang dimana mayoritasnya itu adalah Muslim. "Paling tidak ada 120 juta jiwa yang wajib membayar zakat minimal 2,5 persen,” katanya.


Alex Noerdin mengimbau, untuk menghimpun zakat, segera dikonsolidasikan bukan yang kecil-kecil namun yang besar. Sebab ini tujuannya untuk kemaslahatan umat.  “Ayo bayarkan zakat sesuai dengan kemampuan masing-masing,” pesan Alex Noerdin.

642

Hak Cipta © 2017 BAZNAS SUMSEL
Design By IT BAZNAS Sumsel